Investasi Bodong Marak, Ini Imbauan OJK

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Satuan tugas waspada investasi mengimbau masyarakat tetap waspada apabila ada penawaran investasi memberikan imbal hasil tinggi.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L.Tobing menuturkan, masih maraknya investasi bodong berkaitan dengan hukum ekonomi adanya penawaran dan permintaan. Tongam mengatakan, masyarakat tergiur ingin cepat kaya membuat percaya terhadap penawaran investasi yang ditawarkan terutama penawaran investasi bodong.

Baca Juga

“Ini kenapa marak karena ada penawaran dan permintaan. Masyarakat sangat mudah tergiur ingin cepat kaya,” ujar Tongam yang dikutip Liputan6.com, Selasa (24/10/2017).

Sebelumnya, satgas OJK kembali membekukan operasional penghimpunan dana 14 entitas pada Oktober 2017.

Penghentian kegiatan usaha itu dilakukan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi.

Penghentian kegiatan usaha itu dilakukan dengan pertimbangan tidak ada izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil yang dijanjikan tidak masuk akal.

Terkait hal tersebut, Tongam menuturkan, saat ini belum ada korban melapor dengan pembekukan operasional penghimpunan dana 14 entitas itu.
Tongam menuturkan, pihaknya mengetahui 14 entitas tersebut didapatkan dari berbagai sumber, pengaduan masyarakat, penelusuran dari web dan media sosial. “Selain itu, informasi dari masing-masing kementerian/lembaga,” kata dia.

Oleh karena itu, Tongam mengimbau masyarakat tetap waspada apabila ada penawaran investasi yang memberikan imbal hasil tinggi dan tidak wajar. “Cek izinnya dan cek kegiatan usahanya,” tambah dia.[L6C]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News