Investasi di Sulteng Naik 30 Persen

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Palu, Jurnalsulteng.com – Realisasi investasi di Sulawesi Tengah yang bersumber dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri pada semester I-2016 meningkat 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni dari Rp7,175 triliun menjadi Rp10,2 triliun.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, periode ini ada kenaikan sekitar 30 persen. Ini peningkatan investasi yang cukup signifikan,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Tengah Shandra Tobondo, Kamis (25/8/2016).

Dia mengatakan peningkatan realisasi investasi tersebut terjadi pada Triwulan II-2016 mencapai Rp5,3 triliun sedangkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp2,1 triliun.

Baca Juga:

Menurut Shandra, angka tersebut sekaligus mengantarkan Sulawesi Tengah sebagai pemecah rekor tertinggi realisasi investasi di kawasan timur Indonesia.

Realisasi tersebut masing-masing bersumber dari investasi yang memanfaatkan fasilitas penanaman modal asing sebesar Rp4,6 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp689,5 miliar.

Advertisements

Shandra menambahkan realisasi investasi tersebut terjadi di lima besar kabupaten di Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Morowali Rp8,8 triliun, di Morowali Utara Rp840 miliar, Kabupaten Poso Rp239 miliar, Kabupaten Banggai Rp210 miliar dan Kota Palu sebesar Rp55 miliar.

“Masih didominasi sektor industri pertambangan, logam dasar, mesin dan elektronik,” katanya yang dikutip Antara.

Advertisements

Walaupun realisasi tertinggi masih diraih sektor pertambangan, tetapi sektor lainnya seperti transportasi, gudang, telekomunikasi, tanaman pangan dan perkebunan perlahan-lahan mulai dilirik investor.

Dia mencontohkan realisasi investasi bidang usaha tanaman pangan dan perkebunan oleh PT. Agrodeco Dutakarsa telah merealisasikan investasinya pada Semester I-2016 sebesar Rp27 miliar sehingga total investasi perusahaan di Kabupaten Banggai Kepulauan itu telah mencapai Rp30 miliar dari rencana sebesar Rp480 miliar.

Shandra mengatakan perusahaan tersebut merupakan perusahaan tertinggi realisasi investasinya di bidang usaha tanaman pangan dan perkebunan.

“Masih ada beberapa perusahaan lain, yang nilai investasinya juga menggembirakan,” katanya.(***)


Source; Antara

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News