Israel Tutup Media dan Sejumlah Kantor Palestina di Yerusalem

  • Whatsapp
Ilustrasi kota Yerusalem.[AFP]
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews.id – Israel menutup beberapa perkantoran termasuk seluruh kantor saluran televisi yang berada di Yerusalem pada Rabu (20/11/2019). Kantor-kantor penyiaran tv didanai oleh Otoritas Palestina yang bermarkas di Tepi Barat.

Disamping itu, Israel juga memerintahkan untuk menutup kantor Kementerian Pendidikan Palestina selama enam bulan.

Baca Juga

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan membenarkan pihaknya menutup kantor yang digunakan oleh tv Palestina dan Kementerian Pendidikan.

Erdan mengungkapkan alasan di balik penutupan kantor tv Palestina karena dituduh memproduksi konten anti Israel. Menurutnya, konten yang diproduksi tv Palestina seakan-akan menjadikan Israel sebagai negara yang haru bertanggung jawab atas kejahatan perang.

“Saya akan terus mengejar kebijakan tegas terhadap segala upaya Otoritas Palestina yang melanggar kedaulatan kami,” ujar Erdan dalam sebuah pernyataan.

Beberapa sumber kepada AFP mengatakan direktur al-Araz, perusahaan produksi tv Palestina ditahan sementara. Sementara seorang korespoden sempat diinterogasi oleh pihak Israel.

Pejabat senior Palestina Hanan Ashrawi mengutuk tindakan penutupan sepihak oleh Israel.

“Ini [penutupan kantor] adalah kelanjutan dari kampanye pemerintah Israel mengusir semua warga Palestina yang mendiami Yerusalem,” ujar Ashrawi.

MADA, organisasi kebebasan ekspresi Palestina mengatakan penutupan ini merupakan upaya Israel untuk membungkan media. Disamping itu, penutupan ini menjadi upaya pencegahan kabar serangkaian penindasan terhadap media dan jurnalis Palestina oleh Israel.

Kecam Klaim Pemukiman Yahudi
Sementara itu, Vatikan mengecam klaim wilayah pemukiman warga Israel di wilayah Palestina. Kendati tidak menyebut Amerika Serikat secara gamblang, namun Vatikan menilai keputusan itu mencederai proses perdamaian.

“Keputusan ini [klaim pemukiman Yahudi di Palestina] berisiko merusak proses perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas regional,” tulis Vatikan seperti dilansir AFP.

Dalam hal ini Vatikan kembali menegaskan posisi yang netral di tengah konflik panjang antara Israel dan Palestina.

“Takhta Suci Vatikan kembali menegaskan posisi sebagai solusi untuk dua negara berkonflik untuk mencari solusi lengkap,” kata Vatikan.

Kecaman serupa juga muncul dari negara-negara Uni Eropa yang menyerukan Israel untuk mengehntikan aktivitas pemukiman ilegal di wilayah Palestina.

“Semua aktivitas pemukiman ilegal di bawah hukum internasional. Posisi kami pada kebijakan penyelesaian pemukiman Israel di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur,” tulis Inggris, Prancis, Jerman, Bergia, dan Polandia dalam pernyataan bersama.

Kecaman ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo pada Senin (18/11/2019) mengklaim wilayah pemukiman warga Israel di wilayah Palestina yang tidak lagi dianggap tidak sah. Kendati demikian ia belum menyatakan wilayah pemukiman tersebut sah secara hukum. [***]

Sumber; CNNIndonesia

Berita Terkait

Google News