Jaksa Endus Dugaan Penyimpangan Dana BOS di SMK 1 Tolitoli Utara

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 48
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) di Laulalang Kecamatan Tolitoli Utara (Tolut), Kabupaten Tolitoli, saat ini sedang melakukan pengumpulan data (Puldata) terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK 1 Tolitoli Utara.

“Saat ini kami masih kumpul data (Puldata) terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana BOS di SMK Tolut,” kata Kepala Kacabjari Laulalang, Joni Saputra, SH, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga

Menurutnya, dari laporan yang diterima selama kurun waktu 3 tahun terkait pembelanjaan dana BOS di SMK Tolut, ada dugaan penyimpangan, sehingga pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Dari laporan yang masuk, ada pembelanjaan yang dinilai janggal, sehingga kami menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakuka Puldata,” bebernya.

Advertisements

Dalam waktu dekat kata Kacabjari, pihaknya akan mengundang pihak pihak yang berkompoten dan mengetahui penggunaan dana BOS di SMK 1 Tolut.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang pihak pihak yang mengetahui penggunaan dana BOS,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK 1 Tolut, Irsalan yang dikonfirmasi terkait laporan tersebut, membantah jika penggunaan dana BOS di sekolah yang dipimpinnya bermasalah.

“Itu tidak benar, karena dana BOS sebesar Rp225 juta dibelanjakan sesuai dengan petunjuk juknis (Juknis),” katanya.

Ia menjelaskan, dana BOS yang dibelanjakan sesuai juknis pertama, untuk belanja pegawai, kemudian belanja modal dan terakhir belanja barang dan jasa.

Advertisements

Untuk belanja pegawai lanjut Irsalan, pihaknya setiap bulan memberikan honor kepada 10 guru yang mengajar di sekolah. Kemudian untuk belanja modal, sekolah mengadakan komputer dan printer.

Sementara untuk belanja barang dan jasa, untuk keperluan ATK dan keperluan lain yang dibutuhkan sekolah.

“Dari anggaran Rp225 juta, ada 3 item yang dibelanjakan sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis). Jadi saya anggap tidak ada masalah,” ujarnya.

Untuk tahun ini tambah Kepsek, dana BOS yang dicairkan selama dua Triwulan (TW) sebesar Rp150 juta, yang semuanya sudah dibelanjakan sesuai dengan juknis.

“Sudah dua TW yang cair dan sudah dibelanjakan, termasuk bayar honor 10 guru, yang setiap bulan dibayarkan sebesar Rp500 ribu untuk setiap guru,” bebernya.

Sedangkan untuk penggunaan dana BOS tahun-tahun sebelumnya kata Irsalan, juga sudah diperiksa Inspektorat dan dianggap tidak bermasalah.

“Kalau dana BOS tahun lalu sudah diperiksa Inspektorat dan tidak bermasalah,” tutupnya. [***]

Advertisements

Penulis: Rahmadi Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News