Jerman Bantu 25 Juta Euro untuk Rekonstruksi Pascabencana Sulteng

Pejabat Kedubes Jerman Kerry Khan (kedua dari kanan) menerima plakat dari Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, di ruang kerja gubernur, Rabu (30/1/2019). [Humas Pemprov]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Pemerintah Jerman mengucurkan bantuan sebesar 25 juta Euro untuk rekonstruksi wilayah-wilayah terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terjadi pada 28 September 2018 silam.

Bantuan diserahkan Perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Kerry Khan kepada Gubernur Sulteng, Drs Longki Djanggola, di ruang kerja gubernur, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga

Kerry Khan mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Jerman untuk membantu reskonstruksi Sulteng pascabencana.

Kerry juga yang mengaku sudah melihat beberapa lokasi yang terdampak bencana sekaligus melakukan dialog dengan masyarakat yang selamat.

“Saya kagum dengan upaya bapak gubernur dan kami belajar tentang ketahanan masyarakat dalam merekonstruksi Kota Palu,” ungkapnya.

Kerry menambahkan bahwa usai pertemuan dengan gubernur, ia akan mengunjungi Taman Nasional Lore Lindu karena cagar biosfer dunia ini juga mendapat perhatian dari Pemerintah Jerman untuk pelestariannya.

Sementara, Gubernur Longki kepada rombongan Kedubes Jerman menyampaikan, bahwa Pemprov Sulteng sudah menetapkan rencana aksi pemulihan dan memuat prioritas-prioritas apa yang mesti didahulukan.

Kata Longki, bantuan dari Pemerintah Jerman ini akan fokus pada dua hal yaitu pemulihan fasilitas umum dan fasilitas sosial serta memulihkan ekonomi masyarakat kecil yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.

Pemkab Cilegon Bantu Rp1,6 Miliar
Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilegon, Provinsi Banten, menyalurkan bantuan Rp1,6 miliar untuk membiayai pembangunan kembali SD Negeri 2 Sigi Biromaru yang luluhlantak akibat gempa bumi dan likuefaksi.

Loading…

Sekertaris Daerah Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate, dan pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilegon Edy Hariadi dan Wakil Bupati Sigi Paulina meletakan batu pertama pembangunan kembali sekolah dasar tersebut di Biromaru, Rabu (30/1/2019).

Plt Bupati Cilegon Edy Hariadi pada acara yang juga dihadiri Direktur SDM PT. Krakatau Steel Posco A. Sokko Setiabudi itu mengatakan bahwa dana itu merupakan hasil upaya pemda dan Palang Merah Indonesia (PMI) Cilegon mengumpulkan dana dari masyarakat dan kalangan industri untuk meringankan beban pemerintah daerah masyarakat Sulteng dalam upaya memulihkan sektor pendidikan.

Ia berharap pembangunan sekolah ini selesai dalam kurun waktu tiga bulan.

Pemda Cilegon, kata Edy, juga akan membangun mushalah, Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kelurahan Layana Indah dan bantuan perahu untuk nelayan Kecamatan Tawaeli, keduanya di Kota Palu.

Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate menyampaikan penghargaan kepada Pemda dan masyarakat Cilegon karena atas donasi mereka, gedung SDN 2 Biromaru bisa direkonstruksi dan akan berfungsi kembali dalam tiga bulan ke depan.

Plt Bupati Cilegon Edy Hariadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali SDN 2 Biromaru, Rabu (30/1/2019). Rekonstruksi sekolah ini dibiayai dengan bantuan pemda dan masyarakat Cilegon, Provinsi Banten senilai Rp1,6 miliar. [Humas Pemprov]
Bencana alam yang menimpa Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, kata Hidayat, menimbulkan dampak yang cukup besar di sektor pendidikan berupa kerusakan gedung-gedung sekolah dan kantor, sarana dan fasilitas pendidikan, serta korban tewas, luka-luka dan hilang sejumlah guru, anak didik dan staf. [***]

Penulis; Bob Shinoda/*

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA