Jokowi Bakal Pangkas Jabatan Eselon Jadi Dua Level

Joko Widodo saat menalani prosesi pelantikan sebagai Presiden RI untuk memimpin pemerintahan periode 2019-2024 di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). [Antara via CNNIndonesia]
Bagikan Artikel Ini
  • 77
    Shares

Jakarta, Jurnalnews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintahan di periode keduanya bakal menekankan pada penyederhanaan birokrasi dengan memangkas jumlah pejabat eselon di tiap kementerian, dari empat menjadi dua level saja. Ia menyebut, penyerdehanaan birokrasi ini akan terus dilakukannya secara besar-besaran.

“Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas. Eselonisasi harus disederhanakan,” kata Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden dan Wapres di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Baca Juga

Menurut Jokowi, tingkatan eselon yang ada saat ini masih sangat banyak. Karena itu, menurutnya, perlu penyerdehanaan eselon menjadi hanya dua level serta diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian serta kompetensi.

“Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja,” ucap Jokowi.

Presiden mengatakan, investasi penciptaan lapangan kerja di Indonesia pun akan menjadi prioritas pemerintah. Selain itu, Presiden juga akan menginstruksikan kepada para menterinya serta para pejabat dan birokrat agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

Ia mengancam akan mencopot jabatan para menteri maupun pejabat lainnya yang tak serius menjalankan program pembangunan. “Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sekali lagi, saya pastikan, pasti akan saya copot,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin resmi menjabat sebagai presiden-wakil presiden usai dilantik Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Minggu (20/10/2019). Mereka akan menjadi pimpinan pemerintahan periode 2019-2024.

Loading…

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo dan dihelat di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” kata Jokowi mengucapkan sumpahnya.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” kata Maruf Amin mengucapkan sumpah.

Acara pelantikan dihadiri sejumlah tokoh nasional di antaranya Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri, Mantan Presiden Jusuf Kalla, serta sejumlah tokoh nasional lain.

Rival Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 lalu juga hadir. Mereka adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Keduanya tiba di Gedung DPR/MPR bersamaan seperti masih menjadi pasangan calon Pilpres 2019.

Kemudian, setidaknya 17 perwakilan negara lain juga hadir menyaksikan pengambilan sumpah Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden-wakil presiden. Mereka juga sempat bertemu dengan Jokowi terlebih dahulu di Istana Negara sebelum menuju ke lokasi pelantikan.

Rencananya, Jokowi akan mengumumkan menteri-menteri yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan pada Senin (21/10). Dia menyebut ada sekitar 16 menteri yang berasal dari kalangan partai politik.

“Ya kurang lebih (menteri dari partai politik 16 orang). Saya belum ngitung. Kurang lebih,” kata Jokowi. [***]

Sumber; Republika / CNNIndonesia
Editor; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA