Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah, Pemda Diminta Bantu Tingkatkan Inklusi Keuangan

Presiden Jokowi membuka rakornas TPKD di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019). [Okezone]
Bagikan Artikel Ini
  • 68
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Presiden Joko Widodo membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPKD) pada hari ini. Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Selain itu hadir juga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Acara juga dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah dari seluruh Indonesia.

Baca Juga

“Dengan mengucap Bismillah saya buka Rakornas Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPKD),” ujar Jokowi saat membuka acara rakornas TPKD di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Dalam acara tersebut seperti dilansir Okezone.com, Jokowi juga mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk sama sama mendorong inklusi keuangan. Ada dua cara dalam mempercepat inklusi keuangan pertama adalah lewat tabungan dan kedua adalah akses kredit.

“Intinya adalah kita ingin mengajak seluruh daerah agar bisa mendorong rakyat kita untuk bisa aksaes ke uangan harus kita percepat baik pertama untuk urusan menabung kedua urusan akases kredit,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan secara rinci. Untuk mendorong inklusi keuangan lewat tabungan adalah dengan cara melakukan sosialisasi kepada para pelajar.

Apalagi menurut Jokowi, angka literasi keuangan Indonesia masih sekitar 35%. Sedangkan inklusi keuangan hingga saat ini masih 75% yang mana artinya masih memiliki ruang besar bagi masyarakat untuk mengakses keuangan.

“Pertama urusan menabaung, ini urusan di dinas pendidikan dan kebudayaan untuk mendorong anak anak kita sedini mungkin untuk mengakses ke perbankan kita agar mereka berbondong bondong belajar menabung bisa dari SD, SMP atau juga SMA dan SMK,” jelasnya.

Sementara itu untuk mendorong akselerasi kredit bisa dengan cara memberikan pembiayaan kepada para pelaku UMKM. Ada berbagai macam instrumen dai mulai bank wakaf, hingga program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) milik PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

“Kedua urusan kredit. Kita memiliki bank wakaf di pesantren pesantren walaupun baru di 55 pesantren. Sudah terbentuk kelompok-kelompok usaha yang nanti jadi klaster kaya di holding kan sehingga kita membentuk koorporasi usaha kecil usaha mikro yang gampang mengakses mareket place ke pemasaran,” kata Jokowi. [***]

 

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News