Jual Pupuk Ilegal, 2 Warga Palu Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar

  • Whatsapp
Barang bukti pupuk ilegal yang dikemas ke dalam karung yang tidak semestinya, yang telah dijual pelaku berhasil diamankan Tim Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng. [Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini
  • 120
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi stabilitas ekonomi bangsa Indonesia, sehingga pemerintah menginstruksikan seluruh stakeholder terkait untuk ikut mendukung dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di daerah.

Tim Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng telah mengamankan dari dua orang pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana “dibidang sistem Budidaya pertanian berkelanjutan dan/atau perlindungan konsumen” dengan cara mengedarkan dan/atau memperdagangkan pupuk an-organik, pada April dan Mei 2020 lalu.

Baca Juga

“Apa yang dilakukan dua oknum warga Kota Palu ini berbanding terbalik. Alih-alih mendukung peningkatan produksi hasil tanam petani, tetapi yang dilakukan justru menurunkan hasil produksi tanaman karena terjadi penurunan kualitas akibat memperdagangkan pupuk illegal, demikian antara lain penjelasan Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal dalam Konfrensi Pers, Selasa (28/7/2020) di Polda Sulteng.

Turut mendampingi Syafril pada konfrensi pers, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, Dirreskrimsus Kombes Pol. Eko Sulistiyo Basuki, Dirreskrimum Kombes Pol. Novia Jaya.

Advertisements

Kapolda menuturkan, kedua pelaku mendatangkan pupuk tanpa merk tersebut dari wilayah Jawa Timur.

“Pelaku kemudian mengemas kembali pupuk tanpa merek itu ke dalam karung yang bertuliskan pupuk pertanian dan perkebunan NPK 15-15-15 Niposca dan kemasan atau karung bertuliskan pupuk pertanian dan perkebunan NPK 16 Bintang sawit,” terangnya.

Pelaku dengan inisial RD (45) beralamat du Kelurahan Baru Kecamatan Palu Barat, Kota Palu dan ZN (46) beralamat di Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.

Advertisements

“Dari kedua pelaku diamankan barang bukti berupa pupuk illegal sebanyak 551 karung dan 54 lembar karung kosong bertuliskan pupuk pertanian dan perkebunan NPK 15-15-15 Niposca,” imbuh Kapolda.

Sementara, isi kandungan kedua jenis pupuk tersebut tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian terhadap barang bukti di Laboratorium Pupuk Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan nilai prosentase jauh di bawah standar yang ditentukan,” urai mantan Wadir Tipikor Bareskrim Polri ini.

Disebutkan, pelaku RD memperdagangkan dua jenis pupuk tersebut dengan memperoleh keuntungan Rp15.000/karung, sementara pelaku ZN memperoleh keuntungan Rp20.000/karung.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 122 Jo Pasal 73 UU RI Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar, serta Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf (a),Huruf (e) dan Huruf (g), ayat (4) UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar,” tutup Syafril. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News