Jumlah Reaktif Covid-19 di Tolitoli Ketambahan 3 Kasus

  • Whatsapp
Kadis Kesehatan Kabupaten Tolitoli, Bakri Idrus. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 141
    Shares

 

Tolitoli, JurnalNews.id – Kasus reaktif positif Corona Virus Disease (Covid-19) atau Virus Corona di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bertambah 3 orang, berdasarkan swab test metode PCR Labkes Palu, pada Kamis (13/6/2020).

Baca Juga

Dengan tambahan tersebut, saat ini jumlah reaktif positif Corona di Kabupaten Tolitoli menjadi 18 kasus, 6 orang dinyatakan sembuh. sehinggah masih tersisa 12 kasus yang dinyatakan postif swab.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tolitoli Bakri Idrus menjelaskan, dari 78 sample swab yang dikirim sejak 3 Juni 2020, hasilnya 3 orang dinyatakan positif swab pertama, 1 orang kembali dinyatakan positif swab ke dua dan 1 orang dinyatakan postif swab ke tiga, sementara sisanya sebanyak 73 orang dinyatakan negatif.

“Dari 78 sample swab yang dikirim 3 orang dinyatakan postif swab pertama, 1 orang dinyatakan postif swab kedua dan 1 orang lagi dinyatakan positif swab ke tiga, sehingga total sampai saat ini yang dinyatakan postif swab sebanyak 18 orang dan 6 orang dinyatakan sembuh, tersisah 12 orangvyang masih berstatus positif swab,” kata Bakri Idrus saat dihubungi JurnalNews di Tolitoli, Sabtu (13/6/2020).

Bakri Idrus mengatakan dari 12 orang yang masih berstatus postif swab baik swab pertama, swab kedua, dan swab ketiga, hanya 3 orang yang sampai saat ini masih di rawat di ruang isolasi rumah sakit Mokopido Tolitoli, sementara sisanya 9 orang termasuk 3 orang positif swab pertama, menjalani isolasi mandir di rumah.

Advertisements

“Iya, saat ini yang masih dirawat diruang isolasi 3 orang, dan 9 orang termasuk 3 orang yang baru postif swab dan semuanya berasal dari kecamatan Dondo, menjalani isolasi mandiri di rumah,” ungkap Kadis.

Dengan dilakukanya isolasi mandiri terhadap 9 orang yang berstatus postif swab, atas permintaan Bupati Tolitoli, sangat disesalkan oleh Kadis Kesehatan, pasalnya 9 orang yang menjalani isolasi mandiri, belum bisa dijamin sepenuhnya kalau orang tersebut tidak akan keluar rumah, karena tim medis tidak mungkin memantau sampai 1 kali 24 jam.

“Kalau saya seharusnya orang yang masih dinyatakan positif swab, harus menjalani karantia ditempat yang telah disiapkan Pemda, karena tidak menutup kemungkinan yang 9 orang ini menjalani isolasi mandiri dirumah tidak akan pernah keluar rumah, siapa yang bisa menjamin karena kurang dipantau,” tanya Kadis.

Olehnya dengan dilakukannya isolasi mandiri terhadap 9 orang yang masih berstatus positif swab, pihaknya akan menyurati Bupati, sebagai bahan pertimbangan agar ke 9 orang tersebut akan dilakukan karantina kembali.

Menurutnya 9 orang yang dikarantina mandiri termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) jika ini dibiarkan, tidak ada yang bisa menjamin jika penularan virus corona ini kepada orang orang yang memiliki pentakit bawaan ataupun terhadap orang-orang yang sudah lanjut usia.

“Tidak ada yang bisa menjamin dilakukannya isolasi mandiri, karena yang rentan tertularnya virus corona ini hanya kepada orang orang yang memiliki penyakit bawaan, dan kepada orang yang sudah berusia lanjut,” jelasnya. [***]

Penulis: Rahmadi Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News