Kabar Baik untuk PPPK Guru Honorer, Simak Penjelasan Ditjen GTK

  • Whatsapp
Foto: Instagram Ditjen GTK
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kabar baik bagi guru honorer. Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kesempatan guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pada seleksi PPPK tahun ini, Kemendikbud memberikan kuota hingga satu juta guru honorer.

Baca Juga

Dikutip dari Instagram Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), dengan menjadi PPPK guru honorer akan mendapatkan perlindungan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Selain perlindungan kerja, seleksi ini juga menjadi solusi masalah kekurangan guru serta kesejahteraan guru honorer.

Seleksi PPPK ini dilaksanakan guna menjaga kualitas guru. Sehingga tidak ada pengangkatan sesuai rekomendasi maupun pertimbangan lama mengajar.

Dirjen GTK Iwan Syahril mengatakan, bahwa PPPK dan PNS statusnya sama-sama aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018.

Selain itu, pada manajemen PPPK, terdapat pasal pemutusan hubungan perjanjian kerja yang sudah diatur, dan ada prosedurnya sehingga bisa memberikan perlindungan kerja kepada guru.

Gaji dan tunjangan PPPK setara ASN. Sesuai dengan PP 98/2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK Pasal 4 (1): PPPK yang diangkat untuk melaksanakan tugas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) diberikan tunjangan sesuai dengan tunjangan Pegawai Negeri Sipil pada Instansi Pemerintah tempat PPPK bekerja.

Status dan Tunjangan
Beberapa guru mungkin masih ragu mendaftar seleksi PPPK karena status kepegawaiannya setelah dilantik.

Pos terkait

Google News