Kajati Tinjau Lokasi, Kasus Dugaan Korupsi di PU Sigi Makin Mengerucut

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sampe Tuah SH menepis anggapan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi di Dinas PU Kabupaten Sigi, hanya jalan di tempat. Karena itu, Kajati bersama tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek Peana-Kalamanta yang disebutkan dalam LHP BPK RI telah merugikan negara sekira Rp9,4 miliar.

Dengan dilakukannya peninjauan langsung ke lokasi oleh Kajati, proses penyidikan korupsi yang diduga melibatkan Kepala Dinas PU Sigi, Ir. Iskandar Nontji ini makin mengerucut, untuk segera dilakukan penetapan tersangka.

Baca Juga

Sampe Tuah yang ditemui Jurnalsulawesi.com, di Kantor Kejati Sulteng, Senin (8/5/2017) membenarkan telah meninjau lokasi tersebut pada Sabtu (6/5/2017). Menurut Sampe, kunjungan itu dilakukannya juga untuk melihat langsung kondisi proyek yang menelan anggaran puluhan miliar itu.

“Saya turun lapangan pada hari libur, supaya tidak menganggu hari kerja. Memang sangat memprihatinkan kondisi jalan itu. Saya sampai naik ojek untuk sampai di lokasi,” ujar Sampe Tuah, sebelum keberangkatannya ke Kabupaten Banggai, pagi tadi.

Sampe Tuah menyusul tim yang sebelumnya telah dikirim ke lokasi pada Sabtu, dini hari (subuh). Hal itu dilakukannya karena tim penyidik yang sebelumnya selalu gagal ke lokasi. Kedatangan Kajati ke lokasi juga sempat membuat bawahannya kaget karena secara mendadak orang nomor satu di Kejati Sulteng itu tiba di Desa Kalamanta, dengan menumpang ojek.

Kajati Sulteng, Sampe Tuah SH, menyempatkan berbincang dengan warga yang berprofesi sebagai tukang ojek sekaligus yang mengantarkannya ke lokasi. [Ist]
“Karena memang tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat. yang bisa hanya dengan naik ojek. Itupun terkadang kita harus ikut mendorong motor,” imbuh Sampe Tuah.

Peninjauan ke lokasi kata Sampe, dilakukannya juga untuk menjawab rumor bahwa pihaknya tidak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi tersebut.

Ia juga telah mendengar adanya isu-isu ‘suap’ dan ‘barter proyek’ untuk kasus korupsi di Dinas PU Sigi ini. “Untuk membuktikan itu, saya Sampe Tuah akan membuktikannya dengan kerja keras. Saya korbankan waktu libur saya hanya untuk membuktikan saya datang ke Sulteng, karena ingin provinsi ini menjadi lebih baik,” tegasnya.

Dikatakanya, penianjauan ke lapangan ini dilakukannya karena ingin membuktikan, bahwa fakta lapangan paska proyek itu belum memberikan asas manfaat pada masyarakat sekitar.

Selain itu juga untuk mensupport tim internal internal di Kejati Sulteng. “Sengaja saya ajak dua Asisten sebagai saksi kunjungan saya. Hal ini juga saya lakukan untuk melihat langsung, apakah proyek tersebut sudah ada azas manfaatnya,” tambahnya.

Sampe Tuah menuturkan, di lapangan ia melihat langsung rusaknya jalan dan sulitnya medan yang harus ditempuh.

“Sekarang sudah makin mengerucut. Nanti kalau sudah tiba saatnya saya akan undang lagi saudara-saudara,” kata Kajati kepada wartawan didampingi Kasi Penkum Kejati Sulteng Andi Rio Rahmatu.

Berikut video kunjungan Kajati Sulteng Sampe Tuah SH ke Desa Kalamanta dengan menumpang ojek:

Rep; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News