Kalah dari Inggris, Fans Ancam Bunuh Dua Pemain Kolombia

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jurnalsulawesi.com – Dua pemain Timnas Kolombia menerima ancaman pembunuhan di media sosial (medsos) setelah kalah adu penalti dari Timnas Inggris pada 16 besar Piala Dunia 2018, Rabu (4/7/2018) dini hari WIB.

Dua pemain yang jadi sasaran kemarahan fans adalah Mateus Uribe dan Carlos Bacca, yang gagal menceploskan gol pada adu penalti. Tendangan Uribe membentur mistar gawang, sedangkan eksekusi Bacca ditepis kiper Inggris, Jordan Pickford.

Baca Juga

Seperti dilansir Mirror, teror terbesar terarah kepada Bacca. Sang pemain dinilai menendang dan bermain buruk. Fans yang marah tersebut mengirim ancaman pembunuhan dan meminta kedua pemain tak kembali ke Kolombia. Ancaman dilontarkan melalui Twitter.

Sebelumnya, pemain Kolombia lainnya, Carlos Sanchez, juga mendapat ancaman pembunuhan setelah dikartu merah pada laga pertama Piala Dunia kontra Jepang. Insiden tersebut sudah diselidiki oleh polisi. Namun, tindakan polisi itu tak membuat fans gentar, malah muncul ancaman serupa kepada pemain lain.

Fans sepak bola Kolombia tentu menyadari kemarin adalah peringatan 24 tahun meninggalnya Andreas Escobar. Sang pemain ditembak hingga meminggal setelah gol bunuh dirinya dianggap sebagai penyebab kekalahan Kolombia pada Piala Dunia 2014.

Timnas Kolombia gagal melenggang ke perempat final setelah kalah 3-4 pada babak adu penalti kontra Inggris. Sebelumnya, kedua tim bermain 1-1 hingga waktu normal dan babak perpanjangan.

Para pemain Inggris merayakan kemenangan atas Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia di Stadion Spartak, Moskow, Selasa (4/7/2018).

Tuding Wasit
Penyerang timnas Kolombia, Radamel Falcao mengklaim kegagalan tersingkirnya timnya dari Piala Dunia 2018 Rusia juga disebabkan oleh wasit yang tidak adil.

Kolomba dihadiahi enam kartu kuning oleh wasit Mark Geiger di laga tersebut. Wasit asal Amerika itu juga memberikan penalti untuk Inggris, yang disempurnakan Harry Kane.

Laga sempat akan berakhir 1-0 untuk kemenangan Inggris, tetapi satu gol Yerry Minta di penghujung laga membuyarkan mimpi Inggris. Beruntung Jordan Pickford kembali menjadi pahlawan di babak adu penalti.

Falcao pun merasa wasit Geiger sudah bersikap tidak adil pada timnya. Dia juga mempertanyakan keputusan FIFA yang memilih wasit asal Amerika untuk memimpin laga Inggris.

“Saya merasa aneh mereka memilih wasit asal Amerika di laga ini. Sejujurnya, proses ini menimbulkan banyak keraguan,” ujar Falcao di espn.

“Dia hanya bicara bahasa Inggris, beberapa keputusannya jelas bias. Dengan keputusan kecil dia membuat kami kebobolan, itu tampak jelas bagi saya.”

Memalukan
Lebih lanjut, Falcao pun merasa penampilan wasit itu sangat tak pantas dan memalukan bagi laga sekelas 16 besar Piala Dunia. Dia menilai wasit selalu memihak Inggris saat sedikit ragu.

“Wasit banyak mengganggu kami, dalam permainan seimbang, dia selalu membuat keputusan yang menguntungkan Inggris. Situasi ini menyulitkan kami, dia tidak bertindak dengan kriteria sama untuk kedua tim,” imbuhnya.

“Ketika dalam keraguan dia selalu memilih Inggris. Memalukan hal ini terjadi di 16 besar Piala Dunia.”

Kolombia yang tak diperkuat James Rodriguez pun terpaksa menyerah di hadapan Inggris, yang melaju percaya diri ke perempat final.

 

Sumber: Bola.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News