Kapolda: Peredaran Narkoba di Sulteng Urutan ke-4

  • Whatsapp
Barang bukti (Babuk) narkotika jenis extasi dan uang tunai yang berhasil diamankan Polres Palu dari salah satu pelaku narkoba di Jalan H. Hayyun, Kota Palu. Polda Sulteng menggelar press rilis terkait sejumlah kasus narkoba yang diungkap jajaran, di Mapolda Sulteng, pada Selasa (30/6/2020). [Trisno]
Bagikan Artikel Ini
  • 148
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH, MH mengatakan, selama tahun 2020 jumlah tindak pidana narkoba di Wilayah Sulteng mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini Provinsi Sulteng menempati urutan ke-4 dalam kasus peredaran narkoba.

“Sekarang daerah kita ini sudah masuk urutan ke 4 dalam hal peredaran narkoba. Dan ini makin membahayakan generasi muda kita,” terang Kapolda pada konfrensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba bersama jajarannya di depan loby Polda Sulteng, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga

Kapolda menyebutkan, jumlah kasus yang berhasil diungkap dalam kurun Januari-Juni 2020 juga meningkat dibanting periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Sejak Januari-Juni 2020, jumlah tindak pidana narkoba yang berhasil diungkap Polda Sulteng dan jajaran sebanyak 272 kasus atau naik 22,52 persen dari tahun 2019 yang hanya 222 kasus,” jelasnya.

Didampingi Dirresnarkoba AKBP Aman Guntoro, SIK dan Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, Kapolda menyebutkan, jumlah pelaku yang terlibat juga naik 10,13 % yaitu sebanyak 337 orang.

Advertisements

“Artinya, meskipun polisi aktif memberantas peredaran narkoba, tapi pelaku juga tetap aktif. Terbukti dari jumlah tersangka yang ditangkap juga bertambah,” kata Syafril Nursal.

Kapolda menambahkan, peningkatan kasus tidak hanya secara kuantitas tetapi secara kualitaspun juga meningkat.

“Terbukti dengan adanya penyitaan barang bukti khususnya berupa sabu selama tahun 2020 tatal sebanyak 28.205,849 Gram atau 28 Kg, extasi 2.870 butir, obat daftar G 3.551 butir, ganja 4,39 gram serta tembakau gorilla 3 paket,” urai Syafril.

Menurut Kapolda, para pelaku juga memanfaatkan situsi di tangah wabah Pandemi Covid-19 dalam melakukan aksinya.

“Rupanya pada saat kita sibuk menghadapi pandemi Corona, ternyata orang-orang ini (pelaku-red) juga memanfaatkan situasi ini untuk mengedarkan narkoba,” katanya.

Kapolda Sulteng juga menyatakan, aparat kepolisian tidak bisa sendirian dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba yang bisa merusak generasi bangsa.

“Tidak cukup polisi sendiri, jadi perlu keikutsertaan masyarakat memberikan informasi, terutama RT atau RW jika melihat indikasi-indikasi pengguna narkoba di lingkungannya, kami imbau segera melaporkannya kepada kepolisian,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Polda Sulteng juga merilis dua penangkapan besar kasus narkoba di Palu yaitu hari Minggu (28 Juni 2020) Pukul 22.30 Wita di Kelurahan Tawaeli Palu terhadap dua tersangka yang diketahui membawa sabu seberat 25 Kg.

Selain itu, di lokasi berbeda Minggu (28/6/2020) Pukul 23.30 wita di Jln. Hi Hayun Besusu Barat Palu telah diamankan 1 orang pelaku pengedar narkoba dengan barang bukti extasi sebanyak 2.870 butir dan uang tunai Rp855.850.000,-. [***]

Penulis: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News