Kapolda Sulteng: Masih Ada 10 DPO MIT Poso

Aparat keamanan berjaga-jaga di jalur Trans Sulawesi pada pelaksanaan Operasi Tinombala di Poso Pesisir, Kabupaten Poso. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 81
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Drs. Syafril Nursal, SH, MH mengatakan, sampai saat ini jumlah buronan kepolisian alias masuk daftar pencarian orang (DPO), Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso sebanyak 10 orang.

Hal tersebut disampaikannya kepada sejumlah wartawan saat menggelar Release akhir Tahun 2019, di Rupatama Mapolda Sulteng, Selasa (31/12/2019).

Baca Juga:

Kapolda menyebutkan, 10 orang yang masih diburu tersebut yakni
Ali Ahmad alias Ali Kalora (pimpinan kelompok), Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Abu Alim alias Ambo, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Moh. Faisal alias Namnung, Rajif Gandi Sabban alias Rajes, Alvin alias Adam alias Mus’ab, Jaka Ramadhan alias Ikrima dan Khoirul alias Irul.

Akhir tahun 2019 kata Kapolda, kepolisian telah menangkap lima orang yang diduga sebagai jaringan terorisme di Palu pada akhir tahun 2019.

”Alhamdulillah kemarin kita dapat lima orang lagi,” ungkapnya.

Loading…

Lima orang terduga teroris yang ditangkap itu disinyalir akan bergabung bersama kelompok sipil bersenjata yang selama ini menjadi buronan pihak kepolisian alias masuk daftar pencarian orang (DPO), Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kelima orang tersebut masing masing berinisial FR, RW, AB, RWT dan GD. Mereka semua ditangkap di Kota Palu.

”Mereka ditangkap secara berturut-turut mulai tanggal 21 Desember kemarin,” jelasnya.

Namun, Kapolda Sulteng tidak menjelaskan secara rinci proses penangkapan terhadap kelima orang pelaku yang disinyalir sebagai jaringan teroris itu.

Kapolda berharap, kepada oknum yang identitasnya masuk dalam DPO sebaiknya menyerahkan diri.

“Kembali ke NKRI dan berani mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan didepan hukum, dengan menyerahkan diri, maka kami akan jamin keselamatannya dan diproses sesuai prosedur yang berlaku seadil-adilnya,” tegas mantan Kasespimma ini. [***]

Editor; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA