Kapolda Sulteng Sebut Ada Prostitusi dan Narkoba di Tambang Dongi-Dongi

  • Whatsapp
Kawasan tambang emas ilegal Dongi-Dongi. [Dok/JurnalNews]
Bagikan Artikel Ini
  • 4.9K
    Shares

 

Palu, JurnalNews.id – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH, MH menyebutkan, persoalan di tambang emas Dongi-Dongi bukan hanya masalah pertambangan tanpa izin (PETI), tapi juga terdapat masalah prostitusi, minuman keras dan narkoba.

Baca Juga

“Yang menjadi perhatian kepolisian di tambang Dongi-Dongi bukan hanya persoalan PETI saja, tetapi ada masalah prostitusi, minuman keras dan narkoba,” kata Kapolda saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I dan III DPRD Provinsi Sulteng, Kamis (18/6/2020).

Selain itu kata Kapolda, persoalan tambang Dongi-Dongi juga adanya keterlibatan anggota kepolisian.

“Saya sudah perintahkan Kabid Propam untuk menindak anggota yang terlibat di situ,” tegasnya.

Persoalan PETI di Wilayah Provinsi Sulteng bukan hanya di Dongi-Dongi. Tetapi juga ada di Kabupaten Parigi Moutong, yang sudah dilakukan penyelidikan.

Advertisements

“Saya sudah perintahkan Direktur Reskrimsus untuk menurunkan tim ke lokasi. Tetapi belum sampai di lokasi, anggota saya sudah diserang,” ucap Kapolda.

Syafril juga mengatakan, di tengah situasi ekonomi seperti saat ini, tidak mungkin kepolisian menindak tegas masyarakat. Tapi juga tidak bisa dibiarkan begitu saja, sehingga dibutuhkan penataan, agar pertambangan rakyat dapat dikelola dengan baik.

“Sekali lagi, pemikiran saya soal PETI yang sekarang adalah PETI rakyat. Tapi ada harus diselesaikan dengan konsep besar tata kelola tambang. Jangan daerah kita daerah yang kaya, tapi rakyat kita menjadi penambang tanpa izin,” kata orang nomor satu di Polda Sulteng itu. [***]

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News