Kasatker Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Torate Donggala

Proyek pembangunan jembatan Torate Cs di Kabupaten Donggala yang dikerjakan Tahun 2018 hingga kini mangkrak. Kejati Sulteng telah menetapkan sejumlah tersangka dugaan korupsi pembangunan ini. [Faisal/Dok JS]
Bagikan Artikel Ini
  • 503
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) telah menetapkan dua tersangka baru, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Proyek Jembatan Torate Cs di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kedua tersangka baru tersebut yakni Rahmudin selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Proyek Jembatan Torate dan Kristian suami dari Sherly, Kuasa Direktur PT Mitra Aiyangga Nusantara, yang sebelumnya sudah jadi tersangka dan ditahan bersama tiga tersangka lainnya.

Baca Juga

Dikutip dari SultengTerkini.com, Kepala Kejati Sulteng Gerry Yasid menyebutkan, dengan adanya tersangka baru ini, Kejati Sulteng telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan yang dibiayai APBN 2018 senilai Rp14,9 miliar itu.

“Tersangka dugaan korupsi proyek jembatan ini jadi enam orang,” tegas Gerry Yasid saat menggelar rilis akhir tahun, di Kantor Kejati Sulteng, Selasa (31/12/2019).

Gerry menambahkan, kedua tersangka baru tersebut belum ditahan dan penyidik masih melakukan pendalaman.

“Masih akan kami dalami lagi,” jelas Gerry yang didampingi Aspidsus Kejati Sulteng, Tofan, Asintel Kejati Sulteng, Rachmat Supriyadi, Asisten Pengawasan, Teuku Muzafar, Aspidum Kejati Sulteng, Izamzan dan Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sulteng, Burhan serta Kasi Penkum Kejati Sulteng, Sainudin.

Loading…

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejati Sulteng telah menetapkan dan menahan empat tersangka yakni, Alirman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Serly selaku Kuasa Direktur PT Mitra Aiyangga Nusantara, Moh. Masnur selaku Direktur PT Mitra Aiyangga dan Ngo Joni selaku konsultan pengawas.

Kasus ini terjadi pada tahun 2018, di mana Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Wilayah Sulawesi Tengah melaksanakan pekerjaan pengganti Jembatan Torate dengan Pagu anggaran Rp18 miliar yang bersumber dari APBN.

Pemenang lelang pekerjaan Jembatan Torate adalah PT Mitra Aiyangga Nusantara dengan nilai kontrak Rp14, 9 miliar. Sementara masa kerja kontrak dimulai 4 April – 5 November 2018 atau 210 hari kerja. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Serly selaku kuasa Direktur PT PT Mitra Aiyangga Nusantara.

Pekerjaan tersebut kemudian terhenti dan diambilalih oleh Moh. Masnur untuk melanjutkan progress yang ada. Kontrak berakhir pada tanggal 5 November 2018 namun pekerjaan tidak selesai karena tidak dilaksanakan sesuai jadwal.

Pada tanggal 21 Desember 2018, dibuatlah berita acara pemeriksaan yang ditandatangani Alirman selaku PPK, Ngo Joni selaku konsultan pengawas dan diduga telah merekayasa pekerjaan tersebut jika realisasi pekerjaan telah mencapai 28,5 persen.

Padahal faktanya tidak sesuai kondisi di lapangan. Sehingga, perbuatan para tersangka diduga telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,8 miliar. [***]

Editor; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA