Kasus Kapal Nelayan di DKP Tolitoli Naik ke Tahap Penyidikan, Siapa Bakal Jadi Tersangka?

  • Whatsapp
Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Efendi, SH.
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Setelah melalui serangkaian penyelidikan oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli, akhirnya berkas perkara dugaan pelanggaran Pengadaan kapal fiber dan kapal kayu tahun anggaran 2019 senilai Rp1,1 miliar di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tolitoli, naik ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tolitoli, Rustam Efendi, SH mengatakan, setelah dilakukan gelar perkara internal oleh tim yang ditunjuk menyelidiki perkara tersebut, ditemukan unsur dugaan pelanggaran yang merugikan keuangan Negara, sehinggah kasus ini layak dinaikan ke tahap penyidikan.

Baca Juga

“Tim penyidik sudah gelar perkara internal. Saat pemaparan perkara, ditemukan unsur yang mengarah pada kerugian Negara, sehingga layak dinaikan ke tahap penyidikan,” kata Kasi Pidsus kepada JurnalNews, di Tolitoli, Kamis 27 Mei 2021.

Saat penyelidikan kata Kasi Pidsus, tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk yang bertanggungjawab atas pengadaan kapal Fiber sebanyak 7 unit dan kapal Kayu sebanyak 2 unit.

Pengadaan kapal yang dibiayai melalui anggaran DAK dan APBD 2019 sebesar Rp1,1 miliar itu sebagaimana nomenklaturnya akan diperuntukan kepada 9 kelompok nelayan yang ada di Tolitoli.

Dalam tahap penyidikan lanjut Kasi Pidsus, Tim penyidik yang diunjuk menangani perkara ini akan memeriksa kembali saksi-saksi. Termasuk saksi tambahan dan saksi ahli.

Hal itu dilakukan untuk mendalami atau melengkapi keterangan sebelumnya, sehingga saat penetapan Tersangka (Tsk) bisa mengerecut kepada pihak yang dianggap paling bertanggungjawab pada pengadaan kapal nelayan itu.

“Tim penyidik akan mengundang kembali, sifatnya hanya melengkapi keterangan saksi sebelumnya, sehinggah saat penetapan Tsk bisa mengerucut kepada pihak yang di anggap paling bertanggungjawab,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, tim penyidik telah melakukan peninjauan lapangan di 9 kelompok penerima.

Sebelumnya diberitakan, kapal nelayan yang diadakan pada tahun anggaran 2019 dengan rincian kapal fiber sebanyak 7 unit menghabiskan anggaran DAK sebesar Rp700 juta serta kapal kayu 2 unit yang dianggarkan melalui dana DAU sebesar Rp 400juta, mengalami kerusakan yang cukup parah. ***

Berita Terkait

Google News