Kasus Penggunaan Narkoba Jenis Sabu Naik 119 Persen

  • Whatsapp
Barang bukti sabu yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Sulteng di Pos PAM Covid-19 di Pantoloan, Minggu (28/6/2020) malam. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 24
    Dibagikan

JurnalNews – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mencatat, sepanjang Tahun 2020 kasus penggunaan sabu mengalami kenaikan hingga 119 persen dari tahun sebelumnya.

Pada periode Januari-Desember 2019, polisi mengamankan 2,7 ton, sementara Januari hingga November 2020, naik 119 persen menjadi 5,91 ton.

Lihat Juga

“Jika dibandingkan 9 bulan tahun lalu itu angka yang meningkat dari jenis narkotika itu jenis sabu, itu cukup meningkat,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar, yang dikutip JurnalNews dari laman Humas Polri, Sabtu 26 Desember 2020.

Baca JugaOne Piece 1000 Hadir Lebih Awal, Serangan Baru Luffy untuk Kaido

Tak hanya sabu, peningkatan pemakaian juga terjadi pada pemakaian tembakau gorila.

Mirisnya, Krisno mengatakan tembakau jenis gorila semakin digemari dan kerap dikonsumsi oleh anak muda usia di bawah 25 tahun.

Baca JugaFisik Belum Ada Anggaran Dicairkan 100 Persen, GIAK: Usut Pengadaan Kapal Penangkap Ikan di Tolitoli

“Tembakau gorila biasanya anak-anak muda yang menggunakan. Anak-anak di bawah 25 tahun yang ingin coba-coba,” ucap Krisno.

Dampaknya, penggunaan tembakau gorila meningkat hingga 722,50 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca JugaLogin dtks.kemensos.go.id, Ada Bansos Rp300 Ribu, Ini Syarat dan Caranya

Berdasarkan catatan Polri, pada tahun 2019, penyebaran tembakau gorila mencapai 12,92 kg. Sementara pada periode Januari hingga November 2020, naik menjadk 139,92 Kg.

Adapun tembakau gorila adalah tembakau yang dicampur dengan berbagai bahan kimia yang berbahaya sehingga efeknya sangat merusak, bahkan lebih parah dari ganja biasa.***

Berita Terkait

Google News