Kasus Tabung Elpiji Tanpa SNI Dilimpahkan ke Pengadilan

Sejumlah jurnalis mengabadikan ribuan tabung gas tak ber-SNI yang diamankan Subdit I Indag Ditreskrimsus, di Mapolda Sulteng, Kamis (16/5/2019). [Nila]
Bagikan Artikel Ini
  • 183
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng), telah melimpahkan berkas perkara empat terdakwa kasus kepemilikan 3.547 tabung elpiji bersubsidi tiga kilogram yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau palsu ke Pengadilan Negeri kelas I Palu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulteng Lucas J Kubela, di kota Palu, Rabu (16/10/2019) mengatakan dalam perkara itu terdapat empat terdakwa terlibat kasus tersebut ialah seorang pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur Riady (37), Distributor tabung gas elpiji Palu Ibrahim Muslimin (40) dan Direktur PT Maju Teknik Utama (MTU) Edwiro Purwadi (67), serta Pemasaran Penjualan PT MTU Yanto Cahya Subuh (46).

Baca Juga

“Berkas perkara kasus ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan pada hari Selasa (15/10/2019) sekira Pukul 13.30 WITA beserta uang titipan senilai Rp300 juta sebagai jaminan penangguhan penahanan bagi keempat terdakwa, selanjutnya tinggal menunggu proses persidangan,” ujar Lucas yang dilansir Antara.

Loading…

Kejati Sulteng saat ini tinggal menunggu tindak lanjut pihak pengadilan untuk menetapkan jadwal persidanga dan penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan memutuskan perkara kepemilikan ribuan tabung elpiji bersubsidi tidak berstandar SNI.

Dia menjelaskan, berkas yang telah masuk di pengadilan selanjutnya menjadi kewenangan hakim menetapkan penahanan terhadap keempat orang terdakwa. Atas perbuatan ke empat orang itu, mereka didakwa dengan Pasal 66 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2014 tentang SNI serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dikemukakannya, kasus kepemilikan sebanyak 3.547 tabung gas ukuran tiga kilogram diamankan petugas Subdit I Ditkrimsus Polda Sulteng beberapa waktu lalu berawal dari kegiatan pasar murah di Kota Palu. Di pasar murah itu salah seorang warga menukarkan tabung kosongnya kepada pihak penjual yang tidak sama dengan tabung dikeluarkan Pertamina.

Dari temuan tersebut, selanjutnya petugas Pertamina kemudian melaporkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA