Kebakaran Hutan di Sulteng Capai 21 Titik

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Kebakaran lahan [Ilustrasi]

Palu, Jurnalsulteng.com- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah Nahardi mengatakan kebakaran hutan di daerah setempat mencapai 21 titik.

“Dua titik yang belum bisa dipadamkan sampai saat ini, yakni Tolitoli dan di Kabupaten Banggai,” katanya menanggapi kebakaran hutan dan kebun masyarakat di Tolitoli, di Palu, Senin (19/10/2015).

Lihat Juga

Nahardi mengatakan jumlah tersebut terjadi dalam sepekan terakhir namun belum bisa diketahui luas areal yang terbakar karena masih dalam tahap pendataan.

Dia mengatakan titik kebakaran antara lain terjadi di Kecamatan Nohon, Kabupaten Banggai, di perbatasan Taman Nasional Lore Lindu dan Kabupaten Poso, di Padapu Kabupaten Tojo Unauna dan Kabupaten Tolitoli.

“Mengenai Tolitoli baru saya minta data dari Dinas Kehutanan di sana,” katanya.

Menurut Nahardi, sejak April 2015 pemerintah provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan sosialisasi ke masyarakat agar berhati-hati dalam membuka kebun pada musim kemarau karena sangat rentan terjadinya kebakaran.

“Terutama persiapan lahan tebang bakar karena itu sangat rentan terjadinya kebakaran,” katanya.

Dia mengatakan sosialisasi tersebut juga dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dalam beberapa kali pertemuan dengan masyarakat.

Selain itu, kata dia, Dinas Kehutanan juga sudah mengumpulkan para penyuluh lapangan untuk menyosialisasikan ancaman kebakaran pada musim kemarau tahun ini.

“Kita punya tenaga penyuluh itu 100 orang di semua kabuapten/kota,” katanya.

Hingga kini, kata Nahardi, sejumlah hutan lindung yang terdapat di Sulawesi Tengah masih aman, kecuali di perbatasan Taman Nasional Lore Lindu dan Kabupaten Poso.

“Tapi itu belum masuk ke hutan lindung,” katanya.

Mengenai kebakaran yang terjadi di Kabupaten Tolitoli dalam dua hari terakhir, belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah setempat, namun informasi tersebut sudah masuk ke Dinas Kehutanan Provinsi.

Sementara itu dari Tolitoli menyebutkan api yang membakar hutan dan perkebunan warga di Desa Kamalu dan Buga hingga kini belum berhasil dipadamkan.

Diperkirakan luas areal yang sudah terbakar mencapai 400 hektare dan sekitar 7.000 pohon cengkeh ikut terbakar.[***]

Sumber; Antara

Berita Terkait

Google News