Kejati Sulteng Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli

  • Whatsapp
Kantor Bank Sulteng Cabang Tolitoli. | Foto: Screenshot MAP
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan peyelidikan, dugaan penyimpangan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulteng Cabang Tolitoli, tahun 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Sulteng Jacob Hendrik Pattipeilohy SH.MH melalui Kasi Penkum Reza Hidayat SH, MH, terkait perkembangan penyelidikan dana sebesar Rp1.017.400.456,- yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulteng.

Baca Juga

Kasi Penkum Kejati Sulteng Reza Hidayat menjelaskan, saat ini kasus penanganan dugaan penyimpangan Dana CSR itu, masih dalam tahap penyelidikan, sehingga belum bisa menetapkan Tersangka (Tsk).

“Dugaan penyimpangan dana CSR Bank Sulteng masih dalam tahap penyelidikan, sehingga belum ada penetapan tersangka,” kata Kasi Penkum saat dikonfirmasi melalui melalui WhatsApp (WA), Minggu 19 September 2021.

Menurutnya tim penyelidik Kejati Sulteng masih mengumpulkan data dan bahan keterangan (Puldata Pulbaket), yang diperlukan untuk kemudian kesimpulan terhadap dugaan penyimpangan dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli tersebut.

“Penyelidik terus bekerja mengumpulkan data dan bahan keterangan, untuk kemudian menyimpulkan dugaan penyimpangan dana tersebut,” jawabnya.

Reza juga membantah tudingan seperti diberitakan sejumlah media bahwa Kejati Sulteng seolah menutup informasi, penanganan kasus tersebut.

Menurutnya, sebelumnya pihak Kejati Sulteng telah menyampaikan kepada beberapa media terkait perkembangan penyelidikannya.

Reza Hidayat juga mengapresiasi berbagai pihak yang concern atau perhatian terhadap dugaan penyimpangan dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli yang sedang ditangani.

“Kami menganggap hal tersebut sebagai bentuk perhatian sekaligus pengawasan terhadap kinerja jajaran Kejati Sulteng agar tetap bekerja dengan profesional,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan penyimpangan ini berawal dari temuan BPK RI terkait dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli yang diperuntukan penyaluran sembako kepada masyarakat miskin yang terdampak pandemi Covid-19 Tahun 2020. ***

Berita Terkait

Google News