Kejati Sulteng Tahan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Alkes Poso

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi Alkes di Dinkes dan RSUD Poso (rompi merah), saat akan digiring ke Rutan Maesa Palu dan Lapas Perempuan. Kejati Sulteng melakukan penahanan terhdap ketiga tersangka, Selasa (15/10/2019). [Ikram]
Bagikan Artikel Ini
  • 270
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menahan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes), di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Kabupaten Poso, pada Selasa (15/10/2019).

Ketiga tersangka yang ditahan terkait kasus proyek Tahun 2013 itu yakni, Noberial Marten Salmon, Amran A Madjid dan Suridah.

Baca Juga

Penahanan ketiga tersangka dilakukan usai pemeriksaan kesehatan dan penyelesaian administrasi, selanjutnya langsung dimasukkan ke mobil tahanan.

Noberial dan Amran dibawa menuju Rumah Tahanan kelas II Palu dan Suridah menuju Lapas Perempuan kelas III Palu di Kabupaten Sigi.

Koordinator Pidana Khusus Kejati Sulteng, Hadiman, mengatakan, jaksa penyidik melakukan penahanan kepada tiga tersangka, berdasarkan jabatan dan kewenangan mereka terkait proyek tersebut.

Noberial Marten Salmon selaku PPK pada Dinas Kesehatan Poso, Amran Abdul Majid selaku staf teknis Bidang Perencanaan di RSUD Poso, dan Suridah sebagai PPK pada RSUD Poso.

Alasannya, ketiga tersangka tidak melakukan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Loading…

Misalnya, PPK tidak melakukan survei harga dan tidak mempertimbangkan harga diskon, sehingga harga dibuat dalam harga perkiraan sendiri (HPS), yang mengakibatkan adanya indikasi penggelembungan harga (markup) sekitar 40 hingga 50 persen.

Akibatnya, terjadi kerugian negara pada Dinas Kesehatan Poso sekira Rp3,2 miliar dan pada RSUD Poso sekira Rp4,8 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp30 miliar.

“Kerugian ini hasil perhitungan ahli, total kerugian pada dua instansi tersebut sekira Rp8 miliar,” ujar Hadiman.

Kepada ketiga tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHpidana.

Dalam kasus ini tambah Hadiman, sebanyak empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, selain ketiga orang tersebut yang telah ditahan Kejati Sulteng. Salah satunya adalah Angkasa Asray Kadoi selaku ketua Pokja ULP/pejabat pengadaan.

Namun, Angkasa Asrai Akadoy melakukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka. Oleh pengadilan Negeri Poso gugatannya dikabulkan hakim karena tidak cukup bukti. [***]

Penulis; Ikram

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA