Kejurnas Podsi 2017, Gubernur Minta Panitia Netral

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Pembangunan olah raga telah menjadi bagian penting yang harus diusahakan melalui peningkatan indeks pembangunan olah raga atau sport development indeks, yaitu tersedianya ruang publik yang didukung sarana dan prasarana yang memandai untuk berolahraga.

Hal ini dikemukakan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola, pada pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung antar PPLP, PPLPD dan SKO 2017 se- Indonesia di Anjungan Nusantara, Pantai Talise, Kota Palu, Sulteng, Rabu (23/8/2017).

Baca Juga

Dalam sambutannya, Gubernur Longki mengatakan, dewasa ini keolahragaan yang berkualitas bisa menghasilkan prestasi olah raga yang terus meningkat serta tumbuhnya budaya berolahraga di kalangan masyarakat. Karena itu, Kementrian Pemuda dan Olah Raga bersama Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) se- Indonesia telah membentuk sentra pembinaan atlit pelajar dan mahasiswa yang berbakat dan berprestasi pada PPLP, PPLPD, PPLM dan Sekolah Keberbakatan Olah Raga (SKO) setingkat SMA serta sentra-sentra pembinaan olah raga tersebut akan menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang olah raga yang berdaya saing.

“Memilik kebugaran, berkarakter dan berprestasi. Oleh karena itu semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat kiranya dapat memberi perhatian yang lebih terhadap pelajar yang berbakat di bidang olah raga,” katanya

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini berpendapat, jika semua elemen memberikan perhatian kepada para atlit olah raga, maka atlit tersebut dapat terus meingkat kualitas dirinya dalam berkompetisi untuk meraih prestasi.

Ia mengatakan, PPLP, PPLPD dan SKO sebagai satuan pembinaan atlit pelajar berprestasi, maka Kejurnas ini menjadi ajang evaluasi pada capaian pembinaan yang telah dilakukan melalui satuan-satuan olah raga PPLP, PPLPD dan SKO setiap tahunnya dan Kejurnas Dayung ini merupakan ajang pemantauan terhadap atli-atlit potensial dalam rangka persiapan atlit nasional untuk ivent internasional.

Tahun 2017 ini kata dia, beberapa ivent olah raga yang menjadi ajang kompetisi bagi atlit-atlit pelajar, antara lain Sea Games di Malaysia dan Pekan Olah Raga Pelajar Nasional Popnas) di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan ivent ini lanjut Gubernur Longki, merupakan yang pertama kali di Sulteng sekaligus tolak ukur sejauh mana para atlit pelajar mampu berkompetisi dan meraih prestasi yang membanggakan.

“Namun kita patut bersyukur bahwa dari hasil pemilihan atlit melalui PPLP, PPLPD dan SKO Tahun 2017 ini dua cabang olaha raga Sulawesi Tengah direkrut ke Pelatnas,” ujarnya

Gubernur Longki mengungkapkan, dua orang atlit Sulteng yang masuk ke Pemusatan Nasional (Pelatnas) cabang olah raga (Cabor) dayung dan atletik itu, yakni Rio Riski Darmawan Cabor dayung peraih medali perunggu pada Sea Games 2017 di Malaysia serta Daniela Elim Aprilia dan Rico R.Tumarar Cabor atletik kelas sprint 200 dan 1500 meter.

Pada kesempatan ini, Gubernur Longki juga menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Palu kepada kontingen dari seluruh daerah di Indonesia, baik pelatih, offisia, atlit dan pendamping.

“Selamat datang di Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah. Harapan saya Kejurnas ini bisa member kesan yang baik dan menciptakan prestasi yang membanggakan bagi daerah dan masyarakat,” tutur Gubernur Longki.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pemuda dan Olah Raga atas kepercayaan yang diberikan ke pemprov dan masyarakat Sulteng sebagai tuan rumah penyelenggara Kejurnas dayung Tahun 2017 ini.

Dukungan sepenuhnya yang diberikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PODSI kepada Pemrpov Sulteng menyiapkan wasit dan peralatan lomba.

Secara keseluruhan merupakan suatu penghargaan yang tinggi bagi pengurus daerah PODSI Sulteng serta panitia pelaksana, sehingga tahapan pembukaan ini berjalan lancar dan diharapkan pelaksaannya bisa sukses berjalan sesuai dengan yang diharapkan bersama guna mencapai prestasi.

Dengan nada bercanda, Gubernur Longki mengatakan, perahu dayung yang dipinjamkan oleh kementrian diberikan secara permanen kepada Pemprov Sulteng.

“Insya Allah setelah kejuaraan ini, lerahu-perahu ini tidak kembali lagi dan tetap di sini. Nanti sebentar saya telepon pak menteri,” katanya disambut tepuk tangan Dirjen dan tamu undangan.

Gubernur Longki, berpesan kepada para atlit ayng akan berkompetisi di Kejurnas ini agar tampil maksimal dalam pertandingan nanti dengan tetap menjunjung tinggi far paly dan norma – norma sportivitas sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Yang tak kalah pentingnya lagi, ia mengimbau sebagai atlit agar tetap seimbang menjalani pendidikan di sekolah dan pendidikan olah raga, karena duanya sama-sama penting untuk meraih sukses. Dimana atlit pelajar adalah generasi muda yang tangguh harapan bangsa dan sanggup berdaya saing.

Di sisi lain, Gubernur Longki menekankan kepada pihak panitia hingga wasit dan juri, kiranya dapat bekerja secara professional dan bersifat netral dalam memimpin setiap pertandingan. Masyarakat juga diminta untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan dalam memberi semangat kepada atlitnya dengan tetap dalam suasana kebersamaan dan kesejukan. [BOB]

Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News