Kemenkes Siapkan Pelayanan Kesehatan Pascagempa M6,2 di Sulbar

  • Whatsapp
Tim SAR gabungan tengah berupaya mencari korban di dalam gedung yang rusak akibat gempa M6.2 di Provinsi Sulbar yang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021. | Foto: Basarnas
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempersiapkan dua pusat layanan kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan pascagempa M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Krisis Kemenkes Dr. Budi Sylvana bahwa dua pusat pelayanan kesehatan yang tersedia antara lain Rumah Sakit Kapal dan Puskesmas.

Lihat Juga

“Dua pusat layanan kesehatan yang dapat digunakan masyarakat yaitu Rumah Sakit Kapal dan Puskesmas,” ucap Budi dalam Konferensi Pers Penanganan Bencana Pascagempa M6,2 Sulbar, Selasa 19 Januari 2021.

Kemudian Budi mengungkapkan pihak TNI turut berperan dalam pengoperasian Rumah Sakit Kapal yang digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat terdampak.

“Pihak TNI turut membantu satu Rumah Sakit Kapal dari Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso-990 (SHS-990) dari Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya yang saat ini sudah di Mamuju,” ujar Budi.

Budi juga menambahkan ada tambahan satu rumah sakit terapung dari Airlangga Surabaya.

“Ada tambahan lagi satu rumah sakit terapung dari Airlangga Surabaya sehingga esok (hari ini, 20 Januari 2021) mudah-mudahan sudah sampai dan dapat segera dioperasikan untuk pelayanan kesehatan,” tambah Budi.

Selanjutnya, Budi juga menjelaskan bahwa tiga puskesmas yang ada di Kabupaten Mamuju telah mulai kembali beroperasi.

“Baru kemarin awalnya memang semua Puskesmas tidak ada pelayanan, namun hari keempat kemarin alhamdulillah semua puskesmas sudah melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat terdampak mulai dapat terlaksana dan diharapkan terus berjalan secara optimal,” tuturnya.

Mengenai pelayanan rumah sakit, total dari empat rumah sakit yang ada di Kabupaten Mamuju, hanya dua rumah sakit yang dapat beroperasi, yaitu Rumah Sakit Regional dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat ini Kemenkes tetap mengatur kebutuhan tenaga dokter ahli di Provinsi Sulawesi Barat sehingga mampu memenuhi layanan kesehatan pascabencana gempa tersebut.

Screening
Kemenskes juga akan melakukan proses screening dan testing ulang kepada masyarakat terdampak gempa, untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Hari ini kami sudah melakukan proses screening ulang dan testing di rumah sakit sehingga dalam satu sampai dua hari kedepan Kemenkes sudah dapat mengetahui serta memisahkan langsung pasien positif dan negatif COVID-19,” ujar Budi.

Berita Terkait

Google News