Kepala BNPB: Rehab Rekon di Sulteng Harus Selesai Tahun Ini

Kepala BNPB, Doni Monardo dalam kunjungan kerja di Palu, Rabu 31 Maret 2021. | Foto: Humas pemprov
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, meminta agar seluruh proses rehab rekon pasca bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng), bisa diselesaikan tahun ini.

“Percepatan penyelesaian rehab rekon di Wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) harus segera diselaikan tahun ini, mengingat prosesnya sudah berjalan lebih dari dua tahun,” tegas Doni dalam kunjungan kerja di Palu, Rabu 31 Maret 2021.

Baca Juga

Lebih lanjut, Doni berharap kepada Gubernur Sulteng dapat mendorong Bupati/Walikota untuk bergerak cepat agar persoalan rehab rekon bisa selesai tahun ini.

Baca JugaMabes Polri Diserang, Begini Penjelasan Kapolri

Doni tak memungkiri persoalan proses rehab rekon di Sulteng adalah soal relokasi yang terkendala masalah lahan.

Karena itu kata Kepala BNPB, perlu adanya komunikasi seluruh pihak, baik masyarakat yang terdampak maupun Instansi vertikal.

Baca JugaPemerintah Tolak Demokrat Versi KLB, Kubu AHY: Seperti Layangan Putus

“Termasuk dari kementerian terkait, agar bisa mencari solusi, terutama lahan lahan yang sampai sekarang bermasalah dan belum selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan, terkait Inpres No 10 Tahun 2018 Tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi di Sulteng telah berakhir pada bulan Desember 2020.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dimulai Setelah Guru Divaksinasi

“Kami juga sudah menyampaikan surat permohonan perpanjangan Inpres No 10 Tahun 2018 tersebut. Melalui Pak Doni selaku Kepala BNPB, kiranya proses perpanjangan Inpres tersebut dapat segera terealisasi,” harap gubernur.

“Ini adalah untuk memayungi semua kegiatan-kegiatan tender dan sebagainya, khususnya bantuan-bantuan bank Dunia yang masih berjalan di Provinsi Sulteng,” kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola. ***

Pos terkait

Google News