Kim Jong-un Siap Sebar 60 Senjata Nuklir

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Washington, Jurnalsulawesi.com – Seorang mantan analis CIA mengatakan Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un sudah memiliki hingga 60 senjata nuklir yang siap disebar. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) perlu bertindak sekarang sebelum Kim Jong-un menggunakannya.

Mantan analis bernama Fred Fleitz memperingatkan bahwa Korut akan mengantongi konsesi untuk terus membangun gudang senjata nuklirnya. Konsesi itu akan diperoleh berkat daya tarik diplomatiknya dengan Korea Selatan (Korsel) yang menjadi sorotan dunia.

Baca Juga

Pyongyang telah membuka kembali saluran komunikasi dengan Seoul dalam upaya untuk menenangkan ketakutan masyarakat internasional akan pecahnya Perang Dunia III.

Fleitz mengatakan ada kemungkinan senjata nuklir yang ditumpuk rezim Kim Jong-un sedang dipersiapkan untuk serangan.

“Kita harus memikirkan apa tujuan dari pencegah nuklir Korea Utara. Benarkah hanya untuk melindungi negara itu?,” katanya.

”Saya kira ada ukuran persenjataan rudal Korea Utara, fakta bahwa Korea Utara dilaporkan telah membangun sebuah bom hidrogen, mungkin ada 60 senjata (nuklir), membangun kapal selam untuk meluncurkan rudal. Saya tidak berpikir ini adalah pencegah. Sebuah kekuatan ofensif,” ujarnya.

Korea Utara telah memicu kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III dengan penolakan terus-menerus untuk menutup program pengembangan senjata nuklir dan pengujian rudal yang berulang kali meskipun mendapat protes internasional.

Fleitz melanjutkan, Presiden AS Donald Trump harus campur tangan untuk secara paksa melakukan denuklirisasi terhadap “negara nakal” tersebut dengan “tindakan militer terbatas” untuk menghindari terjadinya Perang Dunia III.

“Korea Utara akan mengantongi konsesi apapun dan melanjutkan program rudal dan nuklir mereka,” ujar Fleitz kepada Fox Business, yang dikutip Sabtu (20/1/2018).

”Kita harus menghentikannya sebelum digunakan. Gagasan tentang beberapa jenis tindakan militer terbatas, mungkin menembak jatuh rudal Korea Utara, mungkin blokade angkatan laut harus ada di atas meja,” imbuh dia mengacu pada opsi-opsi AS untuk Korea Utara.

Citra satelit baru-baru ini menunjukkan aktivitas yang diduga terkait persiapan uji coba rudal balistik untuk kapal selam nuklir. Gambar satelit itu menjadi sinyal kemungkinan Pyongyang mempersiapkan sebuah uji coba nuklir baru. [***]

Source; Sindonews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News