Koalisi di Parlemen Sangat Dinamis, Pemerintah Belum Aman

Ketua MPR periode 2019-2024 Bambang Soesatyo dan sembilan pimpinan MPR lainnya mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikan di ruang rapat Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). [Beritasatu]
Bagikan Artikel Ini
  • 26
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Seluruh fraksi partai politik (parpol) dan kelompok DPD secara aklamasi memilih Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai ketua MPR.

Namun, terpilihnya Bamsoet tidak serta merta semakin menguatkan posisi koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin lima tahun mendatang.

Baca Juga

“Koalisi di parlemen itu sangat cair sekali. Dengan dukungan besar lalu dikatakan pemerintah akan aman, enggak ada gangguan, belum tentu juga,” kata peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes yang dilansir Jumat (4/10/2019).

Loading…

Dilansir dari Beritasatu.com Arya menjelaskan, salah satu cara menguji soliditas koalisi yaitu jumlah rancangan undang-undang (RUU) usul inisiatif pemerintah yang disetujui DPR. Pada periode 2014-2019, lanjut Arya, pemerintah mengusulkan 52 RUU, tapi yang disahkan hanya enam RUU.

“Harusnya kalau pemerintah punya koalisi dominan, harusnya pemerintah bisa lobi-lobi fraksi. Mungkin ini karena partai yang enggak solid atau soal kemampuan mengelola koalisi. Undang-undang itu kan kalau diusulkan pemerintah berarti agenda penting,” ucap Arya Fernandes.

Arya menyatakan, terpilihnya Bambang lebih disebabkan kemampuannya berkomunikasi. Selain itu, Bambang juga mempunyai kelenturan politik yang tinggi.

“Enggak ada istilah koalisi dan oposisi di pemilihan ketua MPR. Komunikasi dan lobi-lobinya Bambang yang bagus,” kata Arya Fernandes. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA