Konglomerat Michael Bloomberg Daftar Pilpres AS

Michael Bloomberg.
Bagikan Artikel Ini
  • 11
    Shares

JurnalNews.id – Taipan asal New York, Michael Bloomberg, membuka jalan untuk menjadi calon presiden Amerika Serikat dengan mendaftarkan diri sebagai kandidat dari Partai Demokrat di Alabama.

Pria 77 tahun ini resmi menyerahkan persyaratan pada Jumat (8/11/2019) malam, mendekati tenggat waktu penutupan pendaftaran.

Baca Juga

Meski belum pernah menyatakan diri akan mendaftar, nama Bloomberg dalam satu pekan terakhir telah digadang-gadang akan bertarung di Pilpres AS melawan sesama penduduk New York, Donald Trump.

Bloomberg merupakan konglomerat media dan filantropis yang pernah menjabat wali kota New York selama tiga periode. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$57,1 miliar atau setara Rp800,46 triliun.

Pengamat mengatakan kehadiran Bloomberg akan merusak peluang Joe Biden, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon terkuat dari Partai Demokrat.

Namun Biden sendiri mengatakan, bahwa ia tidak khawatir Bloomberg akan mengambil suara dari kelompok masyarakat yang ia bidik.

Di situs Partai Demokrat Alabama, nama Bloomberg tercantum beserta 17 kandidat lainnya, hanya beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup.

Loading…

Albama sendiri merupakan negara bagian yang memiliki tenggat pendaftaran paling cepat di antara yang lainnya.

Biden yang pada 20 November ini akan genap berusia 77, membidik para pemilih kelompok tengah, sementara Senator Vermont Bernie Sanders dan Senator Massachusetts Elizabeth Warren unggul di kelompok kiri.

“Michael adalah pria yang baik,” kata Biden pada wartawan di New Hampshire. “Saya sama sekali tidak bermasalah jika ia ikut dalam kontestasi. Jika saya tidak salah, saya saat ini masih unggul di jajak suara, baik terhadap Trump atau kandidat-kandidat lainnya.”

Sementara itu, Jason Mollica dari Universitas Amerika mengatakan masuknya nama Bloomberg dalam pertarungan internal Partai Demokrat adalah indikasi Partai Demokrat tidak memiliki kandidat untuk mengalahkan Presiden Trump.

“Sejak awal, pencalonan Biden sendiri bukan perlawanan kuat, dan jika Bloomberg mendapatkan dukungan kelompok tengah Partai Demokrat, ini merupakan tanda bahwa partai tersebut tidak merasa Biden adalah orang yang tepat juga,” kata Mollica. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA