Korban Likuifaksi Balaroa Akan Gelar Rapat Akbar

Seorang anak korban gempa dan likuifaksi Balaroa ikut turun ke jalan untuk mendesak perhatian pemerintah, pada 14 Januri 2019 lalu. [Ist]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Masyarakat korban gempa bumi dan likuifaksi Kelurahan Balaroa, Kota Palu Barat, akan menggelar rapat akbar yang dipusatkan di lokasi pengungsian Sport Center, pada Sabtu 2 Februari 2019.

Ketua Forum Korban Gempa Bumi dan Likuifaksi Balaroa, Abdurrahman M Kasim, SH.MH, di Palu, Kamis (31/1/2019) mengatakan, rapat akbar yang akan dihadiri ribuan korban ini murni untuk menyatukan persepsi, serta komitmen moral dalam menuntut serta memperjuangan hak dan keadilan terhadap Negara dan Pemerintah.

Baca Juga

Sebab perlu diketahui, bahwa telah terjadi kelalaian serta pengabaian terhadap hak dan pemenuhan kewajiban negara dan Pemerintah terhadap korban.

“Intinya kami ingin samakan persepsi dan komitmen dalam upaya menuntut hak dan keadilan,” tandas advokat senior ini.

Apalagi kata Abdurrahman Kasim, dalam rapat akbar tersebut, akan dilahirkan petisi atau surat keberatan kepada Presiden RI bapak Joko Widodo, yang muaranya menuntut pertanggungjawaban negara seperti yang tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945.

Lima point petisi yang akan disampaikan adalah Pertama, kami tetap Menolak Hunian Sementara (Huntara) dan menginginkan segara dana Huntara dikompensasikan kepada korban.

Loading…

Kedua, Kami menginginkan segera dibangunkan Hunian Tetap (Huntap) di wilayah Kelurahan Balaroa, ketiga : Percepatan pembayaran dana santunan korban jiwa kepada ahli waris, empat Hak-hak keperdataan korban atas lahan yang terdampak gempa bumi dan likuifaksi harus jelas ganti ruginya serta yang kelima, proses pendistribusian sembako/logistik harus merata, berbasis data melalui Pemerintah Kelurahan sehingga bisa dirasakan oleh seluruh korban.

Untuk menguatkan surat keberatan ini, maka seluruh warga korban akan menandatangani surat pernyataan diatas materai 6000. Mengapa ini dilakukan, agat Pemerintah bisa memahami dan mengetahui bahwa petisi ini murni menjadi kehendak seluruh korban.

“Jika hal ini tidak juga mendapat respon, maka upaya hukum melalui gugatan class aktion akan kami tempuh,” tandasnya.

Dalam rapat akbar juga kata Abdurrahman, pihaknya mengundang beberapa pihak baik itu, Gubernur, Walikota Palu, Pansus Pengawasan Penyelanggaraan Penanggulangan Bencana Pasigala DPRD Sulteng serta beberapa pihak terkait.

“Semoga ada harapan dan kepastian akan nasib korban di Kelurahan Balaroa,” pungkasnya. [***]

Penulis; Agus Manggona

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA