Korban Luka Tembak Dirawat di RSUD Banggai

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Luwuk, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak enam orang demonstran tertembak pada saat bentrok di depan kantor DPRD Banggai. Empat orang kini tengah mendapatkan perawatan medis di RSUD Banggai.

Bentrok antara ratusan massa dengan aparat keamanan di kantor gedung DPRD Banggai, terjadi pada saat memaksa masuk untuk melihat “Dialog Kebangsaan”, Senin, (28/8/2017).

Baca Juga

Sekira pada pukul 15.30 wita terjadi bentrok antara pihak kemanan dengan massa. Terdengar bunyi letusan beberapa kali, setelah itu korban luka tembak berjatuhan dan beberapa diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto dalam siaran persnya mengatakan, menyikapi perkembangan tersebut Polda Sulteng berupaya untuk mengembalikan situasi kembali kondusif dengan mengajak semua komponen pemerintahan dan masyarakat ke tahap mencari solusi dengan tajuk Dialog Kebangsaan.

Kegiatan yang dipimpin Bupati Banggai dengan dihadiri Wakapolda Sulteng, Kasrem 132, serta peserta rapat lainnya, dari unsur Forkominda Kabupaten Banggai, Anggota DPRD Banggai, Tokoh Masyarakat dari masing masing suku yang berada di kabupaten Banggai, termasuk perwakilan dua suku yang berkonflik.

Namun disayangkan masyarakat dari kecamatan kintom tidak mau hadir, bahkan menutup jalan trans Sulawesi poros Kintom-Luwuk.

Mengetahui hal tersebut Wakapolda Sulteng langsung menuju lokasi penutupan jalan.

Massa dibubarkan untuk membuka jalan kembali. Pada sore hari (Senin, 28/08) sekitar pukul 15.30 Wita, massa yang jumlahnya kurang lebih 500 orang melakukan aksi unjuk rasa di gudang kantor DPRD Banggai.

Sementara di dalam gedung sedang berlangsung pertemuan atau dialog kebangsaan. Massa mulai anarkis dengan melakukan pelemparan kepada aparat yang melakukan pengamanan kegiatan pertemuan tersebut. Aksi ini semakin brutal, akhirnya aparat mengeluarkan tembakan peringatan dengan peluru hampa, selanjutnya massa membubarkan diri.

Namun kemudian, massa untuk kedua kali kembali melempar aparat dengan batu dan benda keras serta berteriak – teriak. Melihat massa semakin anarkis akhirnya aparat mengeluarkan tembakan peringatan kembali disertai tembakan gas air mata. Akhirnya massa pun membubarkan diri.

Dari penindakan yang di lakukan petugas gabungan Polri TNI telah diamankan berjumlah 18 orang.

Masing masing 8 orang diduga melakukan pengerusakan, 8 orang membawa senjata tajam dan 2 orang lainnya terduga yang melakukan pelemparan terhadap aparat.

Akibat aksi saling baku lempar tersebut diketauhi salah satu korban adalah seorang anggota polisi 1 dengan luka lemparan dibagian kaki.

Sementara korban dari pihak warga berjumlah 5 orang masing:

  1. Andi Ling, (53) alamat BTN Nusagriya dengan luka tembak karet didahi
  2. Randiansyah, (17 ) alamat Hangahanga dengan luka tembak karet punggung kanan.

3.Aldi Prasetya, (17) alamat kompleks Bimoli Luwuk dengan luka tembak peluru karet di dahi kiri.

  1. Zainal Abidin, (30) alamat Rusa Kencana Kecamatan Toili, hanya mengalami trauma abdomen/perut
  2. Habul Sundopeng, (30) asal Balantak, dengan luka lecet tangan terserempet peluru karet.

“Kondisi terkini sudah dapat di kendalikan, sedangkan para korban baik personel Polri maupun masyarakat yang terluka sudah dapat di pulangkan setelah mendapat perawatan di RSUD Banggai,” terang Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto dalam siaran persnya.[Tsc]

 

 

 

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News