Korban Meninggal Akibat Banjir di Kabupaten Lembata 28 Orang, 44 Hilang

  • Whatsapp
Situasi pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata pada Minggu 4 April 2021 pukul 19.00 waktu setempat. | Foto: BPBD Kabupaten Lembata
Bagikan Artikel Ini
  • 15
    Dibagikan

JurnalNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat  banjir bandang di Kabupaten Lembata, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) Sebanyak 28 orang.

Selain 28 orang meninggal, hingga Selasa 6 April 2021 Pukul 21.00 WIB, sebanyak 44 orang masih dinyatakan hilang dan 98 luka-luka. Sedangkan sebanyak 958 jiwa masih mengungsi.

Lihat Juga:

Dikutip dari laman BNPB, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya, terhitung mulai 4 sampai 17 April 2021 melalui Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 326, tertanggal 5 April 2021.

Hal ini dilakukan sebagai upaya penanganan bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, akibat gelombang pasang yang terjadi pada 2 sampai 5 April 2021 disertai hujan dengan intensitas tinggi yang berdampak pada enam wilayah kecamatan, antara lain Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri, Buyasuri dan Wulandoni.

Diharapkan penetapan status tanggap darurat ini dapat mempercepat pemulihan dan kestabilan aktivitas perekonomian dan kelancaran arus transportasi bagi masyarakat dan wilayah terdampak.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, terdapat enam titik lokasi pengungsian para warga terdampak, antara lain di SMP Sabar Subur Betun, SDK Betun 1 dan 2, SDI Wemalae Betun, SDI Bakateu dan SDI Kletek.

Selain itu, terdapat satu titik posko utama yang terletak di aula Kantor Bupati dan satu titik pos lapangan di Puskesmas Waipukang.

Adapun jumlah rumah rusak ringan sebanyak 75 unit, rusak sedang 15 unit dan rusak berat 224 unit.

Berita Terkait

Google News