Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar 91 Orang, 87.373 Jiwa Mengungsi

  • Whatsapp
Salah satu penampakan kerusakan bangunan akibat gempa M6,2 di Provinsi Sulbar, Jumat 15 Januari 2021. | Foto: Basarnas
Bagikan Artikel Ini
  • 50
    Dibagikan

JurnalNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sebanyak 91 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati, menyebutkan jumlah tersebut merupakan data per Jumat, 22 Januari 2021, pukul 02.00 WIB.

Lihat Juga

Selain korban meninggal, sebanyak tiga orang dinyatakan hilang, 404 luka berat, 240 luka sedang dan 1.474 luka ringan.

“Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 87.373 jiwa,” sebut Raditya, yang dikutip JurnalNews dari laman BNPB, Jumat 22 Januari 2021.

“Sedangkan kerusakan infrastruktur, pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan di lapangan,” jelasnya.

Sementara, pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian dengan rincian Kabupaten Mamuju teridentifkasi sementara lima titik seperti di Jalu, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang, dan Kantor Bupati.

Sementara di Kabupaten Majene ada dua titik teridentifikasi yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda.

Di samping itu, upaya penanganan darurat masih berlangsung pasca gempa. Gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung dari 15 hingga 28 Januari 2021.

Raditya menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga melihat dampak bencana yang ditimbulkan.

Utamanya, kata dia, terkait bencana hidrometeorologi dan potensi bahaya lain yaitu gempa bumi yang terjadi setiap saat.

Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat waspada akan ancaman bahaya pandemi juga masih terus terjadi penularan.

BNPB mengingatkan untuk melakukan persiapan keluarga dalam menghadapi sejumlah potensi bahaya.

Hal ini dapat dilakukan melalui keluarga terlebih dulu yang mengidentifikasi potensi bahaya tersebut.

Masyarakat, tambah dia, dapat memanfaatkan aplikasi di antaranya InaRISK, Info BMKG, Magma Indonesia untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko.

Seperti diketahui, sebelumnya gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Jumat 15 Januari 2021 dini hari.***

Berita Terkait

Google News