Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana NTT 177 Orang, 16.033 Mengungsi

  • Whatsapp
Situasi pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata pada Minggu 4 April 2021 pukul 19.00 waktu setempat. | Foto: BPBD Kabupaten Lembata
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 177 orang.

Sedangkan korban hilang sebanyak 45 orang dan luka-luka 154 orang. Jumlah tersebut berdasarkan data yang diterima BNPB pada Minggu 11 April 2021.

Baca Juga

“Sementara sebanyak 16.033 warga masih mengungsi,” sebut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati yang dikutip JurnalNews dari laman BNPB, Senin 12 April 2021.

Raditya Jati merinci, warga yang teridentifikasi mengungsi di Kabupaten Malaka sebanyak 5.468 jiwa, Lembata 2.345, Kupang 1.942 orang, Flores Timur 1.882, Rote Ndao 696, TTS 678, Sabu Raijua 346, Alor 299, Belu 272, Sumba Timur 219, TTU 156, Sumba Barat 80 dan Ende 34.

Dilaporkan, sebanyak 513 (suka) relawan melakukan upaya penanganan darurat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana yang dipicu siklon tropis Seroja.

Hingga Minggu 11 April 2021, pukul 17.00 WIB, ratusan relawan dari 68 berkarya membantu masyarakat terdampak.

Data yang dihimpun Desk Relawan mencatat 513 relawan tersebut tersebar di beberapa wilayah terdampak di seluruh NTT.

Lembaga kemanusiaan ini banyak bergerak untuk membantu masyarakat Flores Timur, kemudian di Kabupaten Lembata. Sebanyak 30 lembaga berada di Flores Timur, sedangkan 19 lain di Lembata.

Tim Koordinasi Desk Relawan juga mencatat lembaga kemanusiaan bekerja di Kota Kupang, Kabupaten Malaka, Sumba Timur, Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Manggarai Timur dan Barat.

Lembaga kemanusiaan memberikan bantuan berupa terpal, bantuan pangan dan nonpangan , layanan medis, obat-obatan, dan dukungan psikososial. Pada awal bencana terjadi, mereka pun membantu proses evakuasi warga. Organisasi-organisasi ini masih terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kondisi terkini beberapa aktivitas yang tampak di lapangan, seperti tim BPBD yang dibantu relawan dan masyarakat bergotong royong dalam pembersihan rumah dan akses jalan.

Di samping itu, jaringan komunikasi sudah kembali normal. Namun demikian, jaringan telepon terganggu akibat perbaikan listrik yang membutuhkan proses pemadaman sesaat.

Sedangkan jaringan listrik di sebagian Flores Timur telah kembali normal. Di wilayah Kota Kupang, listrik di sebagian wilayah juga sudah menyala.

Seperti diketahui, siklon tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrem juga mengakibatkan kerusakan pemukiman dengan total rumah rusak berat 13.184 unit, rusak sedang 7.801 dan rusak ringan 30.575. ***

Berita Terkait

Google News