KPK Tangkap Kepala BPJN Wilayah XII, Diduga Terkait Proyek Multiyears

Gedung KPK.
Bagikan Artikel Ini
  • 87
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
melakukan Operasi tangkap Tangan (OTT) terhadap 8 orang di Samarinda, Bontang dan Jakarta, Selasa (15/10/2019). Salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ( BPJN) Wilayah XII Refly Ruddy Tangkere.

Kemudian ada pula unsur pejabat pembuat komitmen (PPK), staf balai dan pihak swasta.

Baca Juga

Penangkapan tersebut diduga terkait adanya transaksi suap senilai Rp1,5 miliar terkait paket pekerjaan jalan multiyears di Kementerian PUPR senilai Rp155 miliar.

“Jadi pemberi men-transferkan uang secara periodik pada rekening miliknya dan kemudian ATM-nya diberikan kepada pihak penerima. Nah uang di ATM itulah yang diduga digunakan pihak penerima. Diduga sudah diterima sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam.

“Yang diamankan di Jakarta itu satu orang, Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII. Sisanya 7 orang diamankan di Samarinda dan Bontang,” sambung Febri yang dilansir Kompas.com.

Loading…

Febri menjelaskan, 7 orang lainnya sedang diperiksa di Polda Kalimantan Timur. Mereka akan diterbangkan ke Jakarta pada Rabu (16/10/2019). KPK memiliki waktu 1X24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan. Hasil OTT akan disampaikan secara rinci dalam konferensi pers, Rabu (16/10/2019).

Terpisah, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Tim kami memang sedang ada di Kaltim ya, tapi masih di dalam pengembangan. Sekarang ini sudah ada beberapa orang juga yang akan dibawa ke sini besok pagi. Belum selesai,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, di Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam.

Dari OTT di Kalimantan Timur itu, Basaria menyebut ada delapan orang yang telah diamankan KPK. Delapan orang itu rencananya akan dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Tapi kalau tidak salah ada delapan orang (diamankan). Tapi yang pasti pelaku utamanya sudah di tangan kami sekatang,” ucapnya yang dikutip dari iNews.id.

Terkait barang bukti yang disita, Basaria belum dapat membeberkannya ke publik, karena saat ini tim KPK masih berada di lapangan. OTT kali ini bukan kepala daerah yang dinamakan, melainkan seorang kepala balai. “Ga (bukan kepala daerah). Ini berurusan dengan kepala balai,” ujarnya. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA