KPU Tolitoli Sosialisasi PKPU Nomor 6 Tahun 2020

  • Whatsapp
KPU Kabupaten Tolitoli, menggelar sosialisasi PKPU nomor 6 tahun 2020, Kamis (6/8/2020). [Foto: R. Manggona]
Bagikan Artikel Ini
  • 44
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli, menggelar sosialisasi PKPU nomor 6 tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dalam kondisi bencana non alam akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19), Kamis (6/8/2020).

Sosialisasi tersebut dihadiri Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tanwir Lamaming selaku pemateri, Sekretaris KPU Sulteng, perwakilan dari partai politik dan sejumlah Ormas.

Baca Juga:

Ketua KPU Tolitoli, Suleman Padjalani, mengatakan PKPU nomor 6 tahun 2020 pada dasarnya mengatur tata cara penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di tengah pandemi covid -19. yang harus mengutamakan protokol kesehatan.

“Pada dasarnya PKPU yang telah di undangkan mengatur tentang tata cara Pilkada 2020 di tengah pandemi covid-19,” kata Suleman Padjalani.

Advertisements

Suleman menambahkan, sebelum diundangkan, PKPU nomor 6 tahun 2020, pihaknya telah menjalankan tahapan pilkada sesuai yang diamanatkan dalam PKPU dengan menjalankan protap kesehatan.

“Kami sudah menjalankan sesuai dengan protap kesehatan kepada penyelenggara pemilih termasuk PPDP yang saat ini masih melakukan pencoklitan,” klaimnya.

Advertisements

Sementara Ketua KPU Provinsi Sulteng, Tanwir Lamaming saat menyampaikan materi mengatakan, PKPU nomor 6 tahun 2020 merupakan kondisi yang pertama dihadapi, bukan hanya di Sulteng tetapi secara global akibat penyebaran covid -19.

Tanwir menyebutkan, mulai dari tahapan Pilkada sampai dengan pemilihan nanti, yang wajib dilaksanakan setiap penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan, dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“PKPU itu pada dasarnya bahwa pemilihan serentak lanjutan dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara Pemilihan, peserta Pemilihan, Pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan” jelas Tanwir Lamaming.

Dalam kondisi bencana non alam Covid-19 kata Tanwir, semua tahapan yang berhubungan dengan interaksi misalnya pencoklitan, ataupun ada kegiatan tatap muka harus memperhatikan penerapan protap kesehatan Covid-19, seperti tidak berjabat tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan, serta protap protap kesehetan lainnya.

“Semua tahapan yang mengandung interaksi dalam tahapan misalnya pencoklitan, ataupun ada kegiatan tatap muka harus memperhatikan penerapan protap kesehatan Covid-19,” ujarnya. [***]

Advertisements

Penulis: Rahmadi Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News