Kubu Trump Akan Minta Hitung Ulang di Wisconsin, Begini Tanggapan Kubu Biden

  • Whatsapp
Donald Trump.
Bagikan Artikel Ini
  • 39
    Shares

JurnalNews.id – Kubu Donald Trump mengatakan akan segera meminta penghitungan ulang di negara bagian Wisconsin karena merasa ada laporan pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilpres AS 2020 di sana.

“Ada laporan pelanggaran di beberapa daerah di negara bagian Wisconsin yang menimbulkan keraguan serius tentang keabsahan hasil,” kata manajer kampanye Donald Trump, Bill Stepien.

Baca Juga:

“Presiden berada di ambang batas untuk meminta penghitungan ulang dan kami akan segera melakukannya,” lanjutnya.

Meski begitu, CNN melaporkan hukum di Wisconsin menyebut peserta pemilu tidak bisa meminta ulang atau mengajukan petisi hingga Komisi Pemilu Wisconsin menyelesaikan pelaporan dari pelaksana pemilu di tingkat daerah.

AFP menyebut Wisconsin adalah salah satu dari sedikit negara bagian dengan perolehan Pilpres AS 2020 nyaris berada pada perolehan yang seimbang.

Menurut data proyeksi The New York Times, Trump mendapatkan perolehan di bawah Biden di Wisconsin. Trump diproyeksi mendapatkan 48,8 persen, sedangkan Joe Biden unggul tipis dengan 49,4 persen.

Tanggapan Kubu Biden
Menaggapi hal tersebut, penasihat senior tim kampanye Joe Biden, Bob Bauer menilai permintaan kubu Donald Trump untuk menghitung ulang suara Pilpres AS 2020 di Wisconsin tidak jelas.

“Saya harus mencatat di awal, setelah menyatakan kemenangan di Wisconsin tadi malam, Presiden sekarang meminta penghitungan ulang, jadi pesan mereka agak tidak jelas,” kata Bauer dalam wawancara dengan Washington Post, Rabu (4/11/2020).

Bauer juga mengklaim bahwa Biden, yang baru saja diumumkan telah memenangkan Wisconsin, akan mendapatkan 270 suara elektoral sebagai ambang batas pemenang pilpres.

Bahkan ia menyebut Trump sudah kalah di sejumlah negara bagian yang kini menjadi penentu perebutan suara elektoral, meski belum ada pengumuman resmi dari masing-masing wilayah.

“Dia [Trump] kalah di Wisconsin, dia kalah di Michigan, dia kalah di Pennsylvania, dia kalah di Arizona, saya bisa menyebut yang lainnya, seperti distrik kongres di Nebraska. Ia juga kalah dari Joe Biden, setelah menang sebelumnya, dan sekarang tiba-tiba minta penghitungan ulang,” kata Bauer.

“Saya rasa cukup jelas bahwa dari tadi malam dan hari ini, Presiden memahami bahwa dia berada dalam posisi yang berbeda,” katanya.

“Dia [Trump] mencoba untuk membalikkan kekalahan ini dan mencoba mengubahnya menjadi tindakan hukum, menjadi kemenangan,” lanjutnya, dikutip dari CNN.

Kubu Donald Trump sebelumnya mengatakan akan segera meminta penghitungan ulang di negara bagian Wisconsin karena merasa ada laporan pelanggaran dalam Pilpres AS 2020 di sana.

“Ada laporan pelanggaran di beberapa daerah di negara bagian Wisconsin yang menimbulkan keraguan serius tentang keabsahan hasil,” kata manajer kampanye Donald Trump, Bill Stepien, Rabu (4/11).

Tercatat partisipasi di negara bagian tersebut mencapai 94 persen dengan selisih antara Biden dengan Trump hingga saat ini sekitar 20 ribu suara.

Meski selisih tersebut tak sebanding dengan angka 3,2 juta suara yang telah diberikan secara total, AFP menyebut Trump mungkin akan sulit membalikkan kedudukan dari penghitungan ulang.

Penghitungan ulang juga sempat terjadi di Wisconsin pada Pemilu 2016 lalu, yang juga diikuti oleh Trump. Kala itu, ia berhasil memenangkan negara bagian tersebut melawan Hillary Clinton hanya dengan selisih 134 suara.

“20 ribu adalah rintangan yang tinggi,” kata mantan gubernur Wisconsin yang juga seorang Republikan, Scott Walker dalam kicauannya di media sosial.

Dengan persaingan sengit antara Donald Trump dan Joe Biden, negara bagian penentu kemenangan kini jatuh pada Arizona, Georgia, North Carolina, Nevada, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin. [***]

Sumber: CNNIndonesia

loading...

Berita Lainnya

Google News