KULIAH ONLINE

Joko Intarto saat membawa materi pada seminar Tantangan Perguruan Tinggi Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 44
    Shares

Oleh: Joko Intarto
Ini kabar menarik bagi pengelola lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Sekarang, penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) sudah memiliki dasar hukum. Ketentuannya pun sudah jelas.

Dalam Permenristekdikti Nomor 51/2018 itu, ada tiga poin penting yang diatur. Pertama, komposisi kuliah online boleh kurang dari 50 persen dan boleh juga lebih dari 50 persen.

Baca Juga

Memuat...

Kedua, kuliah online yang kurang dari 50 persen, kampus tidak perlu meminta izin kepada Kemenristekdikti. Cukup mendapat persetujuan dari Senat. Kementerian Pendidikan hanya perlu diberi pemberitahuan saja.

Ketiga, izin dari Kementerian hanya diperlukan untuk kuliah online yang porsinya di atas 50 persen. Program studi yang diizinkan adalah yang terakreditasi dengan nilai A.

Informasi itu disampaikan M Samsuri, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, dalam seminar bertema tantangan perguruan tinggi pada era revolusi industri 4.0 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020). Seminar ini merupakan salah satu agenda Jakarta Campus Update 2020 yang berlangsung hingga Kamis (23/1/2020) mendatang.

Pemerintah menargetkan akan ada 400 perguruan tinggi yang memanfaatkan beleid itu hingga tahun 2023 mendatang. Namun sejak peraturan itu diterbitkan, jumlah perguruan tinggi yang menyelenggarakan PJJ baru 52.

Secara sederhana, PJJ bisa diselenggarakan menggunakan aplikasi. Dosen bisa mengajar dari mana saja. Mahasiswa juga bisa mengikuti perkuliahan dari mana saja. Absensi dan perkuliahan dilakukan secara online.

Ada dua metode bagi dosen untuk memberi kuliah jarak jauh: play video dan live video. Dalam metode play video, dosen mengupload materi perkuliahan berformat video rekaman ke server untuk disiarkan sesuai jadwal. Pada saat itulah mahasiswa mengikuti kuliah dari lokasi lain.

Live video berbeda. Dalam metode ini, dosen mengajar secara langsung dan disiarkan secara real time. Mahasiswa mengikuti perkuliahan dari tempat lain, juga secara langsung dan real time.

Sulitkah membangun aplikasi e-learning untuk PJJ? Sebenarnya tidak. Saat ini sudah banyak developer yang menawarkan sistem e-learning tersebut. Ada yang gratis, ada yang berbayar. Yang gratis misalnya Google Class Room.

Aplikasi milik Google itu memiliki fitur yang cukup lengkap, mulai registrasi kelas, penugasan dan penilaian siswa. Ada pula fitur chatting atau konsultasi untuk siswa dan guru. Untuk mengajar jarak jauh, memang harus menggunakan aplikasi lain, yakni aplikasi webinar.

Saya yang memperoleh giliran sebagai pembicara pada sesi dua seperti mendapat durian runtuh. Bisnis saya sebagai penyedia solusi webinar tiba-tiba menemukan prospek yang sangat cerah. Bayangkan, dari target 400 kampus, baru 52 yang sudah online. Padahal jumlah kampus di Indonesia mencapai 4.500.(jto)

loading...

Berita terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA