Labkes Bekerja Sesuai Pedoman, Ini Penjelasan Kadinkes Sulteng

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr. Reny Lamadjido.
Bagikan Artikel Ini
  • 106
    Shares

 

Palu, JurnalNews.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny Lamadjido, Sp.PK, M.Kes mengatakan, bahwa Laboratorium Kesehatan (Labkes) dalam mengerjakan sampel, serta interpretasi hasil sudah berpedoman pada Center for Disease Control (CDC), Litbangkes, Insert reagen.

Baca Juga

“Untuk melakukan rapid atau swab, terlebih dahulu harus ada penyelidikan epodemiologi (PE), yakni mulai dari identitas pasien, informasi klinis, informasi penunjang, faktor kontak paparan dan daftar kontak erat,” jelas Kadinskes, dalam keterangannya, Minggu (14/5/2020) malam.

Dijelaskannya, immunitas personal pasien berbeda beda satu dengan yang lain. Apalagi Pasien tersebut sudah istirahat cukup, minum vitamin, makanan sehat, menghindari stres, maka pemeriksaan Swab bisa menjadi lebih baik setelah 6 hari kemudian saat di-Swab kembali.

“Tapi untuk meyakinkan kesembuhannya, maka harus dilakukan swab kembali. Bla hasilnya tetap negatif, maka pasien tersebut dapat dinyatakan sembuh dari virus corona,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kasus mantan Danrem 132/Tadulako Brigjen Agus Sasmita dan Keluarga. Pada waktu swab pertama tanggal 5 juni , dinyatakan terkonfirmasi positip Covid-19, Kemudian setelah 6 hari di-swab kembali, ternyata hasilnya sudah negatif.

Advertisements

“Itu karena kondisi kesehatan beliau yang memang sudah membaik. Demikian juga dengan Ibu Dewi Pettalolo,” katanya.

Lebih lanjut dr Reny menjelaskan, sangat memungkinkan bahwa virus Covid-19 yang ada di tubuh pasien sudah ada sejak lama, tetapi sudah mulai melemah dan sudah mau hilang atau sudah mau sembuh.

“Tetapi pada waktu dilakukan Swab, virus yang melemah tersebut masih terdeteksi pada hasil Lab, sehingga pasien tersebut masih terkonfirmasi positif,” jelasnya.

“Namun setelah 6 hari, kemudian diobati, istrahat yang cukup, makan makanan bergizi dan Olahraga cukup, sehingga dapat mempercepat kesembuhan terhadap pasien,” tambahnya.

“Singkatnya begini, pasien yang sebelumnya positif, bisa menjadi negatif hanya dalam beberapa hari bergantung pada asupan makanana dan konsumsi vitamin,” kata Reny yang juga Wakil Sekertaris Gugus Tugas Covid -19 Provinsi Sulteng.

Disebutkannya, sesuai dengan hasil penelitian bahwa rata rata pasien mengalami perbaikan dalam waktu 5 hari, tetapi setiap individu berbeda-beda.

“Soal akurasi standar laboratorium, semuanya sama termasuk kualitas hasil Laboratorium Dinkes Provinsi Sulteng,” imbuhnya.

“Terkait dengan hasil Swab Pak Agus Sasmita dan ibu Dewi Pettalolo pemeriksaan Swabnya ada jeda waktu 6 hari, wajar kalau hasil swab terakhirnya sudah negatif, tetapi sesuai SOP Covid-19, harus dilakukan Swab sebanyak 2 Kali,” jelasnya lagi.

Ia menjelaskan, untuk membuka Lab PCR banyak persyaratannya dan harus mendapat izin dari Litbangkes Pusat dengan hasil Evaluasi ruangan dan metode jenis alat. Sebelum melaksanakan running, pemeriksaan wajib dilakukan optimasi alat dan reagen serta hasil kurve dan CT.

Sebelum melaksanakan pemeriksaan juga harus mengikuti standar operasionla prosedur (SOP) antara lain harus kontrol positif dan negatif dari reagen dari alat. Sehingga Akurasi hasil Lab tersebut sangat akurat.

“Tetapi untuk pemulihan Pasien Covid -19, bisa saja cepat tergantung dari kondisi pasien tersebut,” jelasnya.

“Dalam mengerjakan sampel serta interpretasi hasil, kami berpedoman pada CDC, Litbangkes, Insert Reagen. Semua Laboratorium yang ada, harus memakai standar tersebut termasuk Labkes Provinsi Sulteng,” tutupnya. [***]

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News