Lima Isu Besar Setelah Liga Inggris Dimulai

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Pemain Liverpool, Philippe Coutinho melepaskan tendangan bebasnya ke arah gawang Arsenal dan berhasil menjebolnya saat berlaga di Liga Primer Inggris di stadion Emirates, Minggu (14 /8/2016). (REUTERS)

Jurnalsulteng.com – Kompetisi Liga Inggris sudah mulai bergulir pada Sabtu, 13 Agustus 2016. Setelah laga perdana dijalani sejumlah klub, ada beberapa hal yang mencuat ke permukaan. Berikut ini di antaranya.

1. Wijnaldum dan Mane cocok buat Liverpool
Liverpool berhasil menekuk Arsenal 4-3. Dalam dua pertandingan itu, terlihat dua pemain anyar klub tersebut, Georginio Wijnaldum dan Sadio Mane, mampu menjadi kunci bagi permainan The Reds. Keduanya dinilai mampu mewujudkan visi pelatih Juergen Klopp di lapangan. Wijnaldum, yang didatangkan dari Newcastle, mampu menjadi kunci permainan Liverpool di lini tengah, bahkan berperan dalam dua gol klub itu. Mane juga tampak nyaman serta berbahaya bagi lawan dalam posisi pemain sayap dan penyerang. Ia bahkan mampu mencetak gol indah dalam laga ini.

Baca Juga:

2. Arsenal kian tampak kehilangan pemimpin
Arsene Wenger tak terlalu aktif dalam bursa transfer. Hasilnya terasa saat Arsenal dikalahkan Liverpool. Pertahanan tim itu kedodoran. Tapi yang dianggap lebih memprihatinkan adalah tak adanya pemain yang mampu menjadi pemimpin di tim. Hal itu terlihat saat tim itu kehilangan keunggulan 1-0 dan menjadi tertinggal 4-1 dalam tempo 18 menit saja. Kondisi itu, terlepas dari banyaknya pemain cedera, akan menyulitkan Arsenal bersaing dalam perebutan gelar. Meski mengakui membutuhkan pemain berpengalaman, Wenger sebelumnya justru merekrut para pemain muda dalam bursa transfer kali ini. Granit Xhaka, 23 tahun, adalah pemain tertua yang menjadi rekrutannya. Ia juga hanya menjadi cadangan dalam laga pembuka itu bersama Santi Cazorla.

3. Ibrahimovic mempesona
Zlatan Ibrahimovic belum kendur di usia 34 tahun. Ia mencetak satu gol saat Manchester United menekuk Bournemouth 3-1. Sebelumnya, ia juga menyumbang gol saat MU menekuk Leicester dalam laga Community Shield. Pelatih United, Jose Mourinho, menilai pemain ini tak hanya akan menjadi kunci bagi lini depan, tapi juga jadi mentor pemain-pemain muda di timnya.

Advertisements
Advertisements

4. Guardiola tak pernah takut membuat putusan
Saat Manchester City mengalahkan Sunderland, pelatih Josep Guardiola tak memainkan kiper Joe Hart, yang pada musim sebelumnya menjadi andalan utama. Pelatih asal Spanyol itu memilih menempatkan Willy Caballero sebagai kiper utama. Sejak awal, Guardiola memang sudah menyatakan rasa tak puasnya atas performa Hart. Kini, seusai laga pertama ini, kian jelas bahwa pemain timnas Inggris berusia 29 tahun itu harus mencari klub baru. Marc-Andre ter Stegen, Claudio Bravo, dan Rui Patricio berpeluang menjadi penggantinya.

5. Harapan buat Sterling dan Fellaini
Pada musim lalu, Raheem Sterling tampil buruk di Manchester City. Begitu juga Marouane Fellaini di Manchester United. Keduanya diprediksi akan dibuang pelatih baru klub tersebut. Namun, dari laga pertama, terlihat perkembangan yang berbeda. Sterling tampil cukup meyakinkan bersama City. Ia mampu membuat Sunderland kerepotan dengan tusukannya dari sayap. Fellaini sempat disoraki saat masuk menjadi pemain pengganti dalam laga lawan Bournemouth. Tapi ia kemudian tampil menawan. Ia menekan lawan, merebut bola, juga memberi umpan. Tapi tantangan untuknya masih berat, karena di tim cadangan MU masih ada Paul Pogba, yang dianggap belum siap bermain.(***)


Source; Tempo.co

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News