Lima Kebiasaan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Ilustrasi
Bagikan Artikel Ini
  • 34
    Shares

JurnalNews.id – Menurut International Osteoporosis Foundation, osteoporosis lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria. Kini, osteoporosis dialami oleh sekitar 200 juta wanita di dunia.

Osteoporosis merupakan kondisi di mana kepadatan tulang mulai menurun. Menyebabkan 8,9 kasus patah tulang setiap tahun di dunia. Sekitar 1,6 juta kasus patah tulang terjadi di area pinggul, 1,7 juta kasus adalah patah tulang di lengan bawah, dan 1,4 juta adalah kasus patah tulang belakang.

Baca Juga:

Walau osteoporosis umumnya terjadi di usia 50 tahun, namun sejumlah kebiasaan sejak usia 30 tahun dinilai menjadi pemicu kemunculan osteoporosis.

Berikut sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar osteoporosis tak menurunkan kualitas hidup di usia senja, seperti dilansir CNNIndonesia.con yang dikutip dari Reader’s Digest.

1. Banyak Duduk
Kebanyakan duduk menjadi aktivitas yang dapat memicu beragam masalah kesehatan, salah satunya osteoporosis. Pasalnya, menurut dokter spesialis ortopedi di Montefiore Health System di Bronx, New York Jonathan Lee, tulang adalah jaringan hidup yang dapat merespon aktivitas.

“Semakin banyak Anda menggunakan kekuatan tulang, semakin kuat pula tulang Anda. Demikian juga, jika tidak melatih tulang, maka langkah mencegah osteoporosis bisa sia-sia,” jelas Lee.

Agar kepadatan tulang tetap terjaga, Lee merekomendasikan aktivitas yang dapat melatih kekuatan rangka, seperti berlari dan berjalan. Sedangkan untuk berenang, olahraga yang memberi manfaat sehat tersebut dinilai Lee kurang mampu melatih kekuatan tulang karena tak memberi banyak tekanan.

2. Salah Diet
Sejumlah pilihan diet dapat meningkatkan risiko osteoporosis seperti diet paleo atau atkins yang terlalu berfokus pada konsumsi protein.

“Hampir semua orang Amerika makan lebih banyak daging dari yang dibutuhkan dan kasus osteoporosis di sana adalah yang terbanyak di dunia,” kata Lee.

Loading…

Walau protein dibutuhkan untuk perbaikan sel dan pertumbuhan tulang, namun terlalu banyak asupan protein dapat memberi efek buruk pada kekuatan tulang. Lee menjelaskan, protein memang dibutuhkan tubuh untuk menyerap kalsium, sayangnya kebanyakan protein justru dapat menyebabkan ginjal membuang lebih banyak kalsium.

Karena kalsium adalah salah satu nutrisi yang diperlukan untuk membangun kepadatan tulang, maka kehilangan banyak kalsium dari tubuh dapat berkontribusi pada kepadatan mineral tulang.

Untuk itu, daging perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Porsi daging bagi orang dewasa dalam sehari ialah sebanyak 100 gram atau sebesar telapak tangan. Daging baiknya tak dikonsumsi lebih dari 3 porsi seminggu.

3. Gemar Ngemil Keripik Asin
“Ketika ginjal bekerja untuk mengeluarkan garam, kalsium juga dikeluarkan dari aliran darah,” papar Lee.

Sebuah studi dari Jepang yang dipresentasikan pada pertemuan The Endocrine Society menunjukkan bahwa wanita pascamenopause yang memiliki asupan garam tinggi empat kali lebih mungkin untuk alami patah tulang dibandingkan wanita yang konsumsi sedikit garam dalam makanan harian.

4. Penurunan Berat Badan Drastis
Diet yang terlalu ketat dengan penurunan berat badan yang drastis dalam waktu singkat menurut Lee dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Pasalnya, diet ketat dapat membuat seseorang berisiko kekurangan banyak nutrisi yang akhirnya memengaruhi asupan untuk tulang yang kuat.

Tak hanya itu, Lee juga mengatakan orang dewasa dengan massa tubuh kurang dari 19 juga dianggap lebih berisiko mengalami osteoporosis di usia 60 tahun.

“Indeks massa tubuh kurang dari 19 dianggap sebagai faktor risiko osteoporosis,” kata Lee.

5. Mencecap Alkohol Kala Santai
“Terlalu banyak alkohol dapat mempersulit tubuh untuk menyerap kalsium,” kata Lee.

Selain lebih sulit menyerap kalsium, alkohol juga dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon kortisol yang dapat menurunkan kepadatan mineral pada tulang.

“Pada wanita, konsumsi alkohol dapat menurunkan kadar estrogen yang dapat menyebabkan osteoporosis. Alkohol juga sangat beracun bagi osteoblas yaitu sel penting di dalam tulang,” lanjut Lee. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA