Lima Terdakwa Pembunuh Jurnalis Jamal Khashoggi Divonis Mati

Aksi unjuk rasa terkait kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan kedutaan Arab Saudi di Jakarta, pada 19 Oktober 2018.[Reuters]
Bagikan Artikel Ini
  • 73
    Shares

Riyadh, JurnalNews.id – Masih ingat dengan kabar pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi? Iya, kabar pembunuhan yang terjadi yang terjadi pada 2 Oktober 2018 itu menghebohkan jagat raya.

Apalagi pembunuhan itu terjadi di tempat dengan pengawasan yang begitu ketat, yaitu Kedubes Saudi di Turki. Hal itu pun mencuatkan opini bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, terlibat dalam skandal yang menyulut kemarahan dari berbagai kalangan tersebut.

Baca Juga

Namun, hal itu telah dibantah kerajaan. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, jaksa penuntut umum Saudi menyimpulkan ada 11 orang yang terlibat dalam ‘operasi kejam’ tersebut. Kesebelas orang yang tidak diberitahukan identitasnnya diadili secara rahasia di Riyadh.

Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan vonis mati terhadap lima terdakwa pembunuhan jurnalis Jamal Khasoggi. Tiga terdakwa lain menghadapi hukuman 24 tahun penjara dan tiga lainnya dilepaskan karena dinyatakan tidak bersalah.

Dalam persidangan 11 orang yang diadili semula dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut. Kasus ini sempat memicu krisis diplomatik terbesar Kerajaan Saudi sejak serangan 9/11 ketika para pemimpin dunia dan eksekutif bisnis berusaha untuk menjauhkan diri dari Riyadh.

“Pengadilan menjatuhkan vonis mati untuk lima orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan,” kata Jaksa dalam pernyataannya, dikutip dari AFP, Senin (23/12/2019).

Kendati demikian, televisi pemerintah Saudi juga melaporkan dua orang yang diselidiki dalam peristiwa ini dibebaskan karena dianggap tidak terbukti. Dua orang tersebut yakni mantan penasihat utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Saud al-Qahtani.

Seorang lain yaitu Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Turki, pada saat itu, Mohammed al-Otaibi. Dia juga dinyatakan tidak bersalah sehingga dibebaskan dari penjara setelah vonis diumumkan.

Loading…

Khasoggi dicap sebagai pembangkang oleh Saudi atas kritik-kritiknya selama ini ke negara itu. Wartawan senior ini bermukim di Amerika Serikat, sebelum kemudian dihabisi di kantor Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul.

The Guardian melaporkan, pembunuhan Khashoggi menodai reputasi putra Mohammed bin Salman yang baru diangkat. MBS telah berusaha menggambarkan dirinya sebagai seorang reformis liberal dari negara konservatif. Namun oleh CIA, berdasarkan laporan Washington Post, dia turut terlibat. Tuduhan ini telah disangkal kepas Pemerintah Saudi.

Wakil Jaksa Penuntut Umum, Shalaan bin Rajih Shalaal, mengatakan, 11 terdakwa dapat mengajukan banding terhadap putusan ini. Kendati demikian, setelah sembilan sesi persidangan menyimpulkan bahwa tidak ada niat sebelumnya oleh mereka yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan.

Tidak ada rincian lain segera diberikan tentang putusan dalam persidangan yang sangat rahasia, yang dimulai pada Januari lalu. Identitas orang-orang itu tidak diketahui dan penyelidik PBB telah berulang kali dilarang melakukan pemeriksaan, meskipun beberapa diplomat, termasuk dari Turki, serta anggota keluarga Khashoggi, diizinkan untuk menghadiri sesi tersebut.

Khashoggi, yang menjadi korban pembunuhan adalah mantan warga Saudi yang sudah menjadi penduduk Amerika Serikat (AS). Ia adalah kritikus keras Mohammed bin Salman.

Saat kejadian, Khashoggi mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan. Namun sejak itu, dia tidak pernah keluar lagi dari kedutaan. Berbagai laporan mengatakan tubuhnya dipotong-potong dan telah dikeluarkan dari gedung. Hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Berbagai lembaga investigator dunia terjun langsung untuk mencari tahu kebenaran di balik kejadian itu. CIA dan beberapa organisasi pemerintah Barat mengatakan yakin Pangeran Muhammad bin Salman memerintahkan pembunuhan itu. Akan tetapi, para pejabat Saudi telah berulang kali membantah ada keterlibatan putra mahkota dalam pembunuhan itu.

Sumber; iNews / CNBCIndonesia

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA