Longki Ajak Pendukungnya Hormati Calon Lain

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Pasangan Longki Djanggola-Sudarto didampingi isteri masing-masing pada Deklarasi Pencalonan Gubernur-Wakil Gubernur Sulteng di Pilkada Serentak 2015. [Foto; Trisno/JurnalSulteng] 

Palu, Jurnalsulteng.com- Pasangan Calon Wakil Gubernur dan Wakil Gubernur Longki Djanggola-Sudarto mengajak para pendukungnya untuk saling menghormati pasangan calon lain di Pilkada Gubernur 2015.

Hal tersebut dikatakan Longki Djanggola dalam deklarasi sebelum mendaftarkan diri di KPU Sulteng, Senin (27/7/2015) pukul 10.00 WITA.

Baca Juga:

“Saya mengimbau antar sesama pasangan calon dan pendukungnya untuk saling menghormati dan menghargai. Tidak perlu saling menjelekkan. Tidak perlu saling menjatuhkan. Kita budayakan sikap politik yang penuh sopan santun, bermoral, beretika dan bermartabat,” wejang Longki yang kali ini diusung Partai Gerindra, PAN, PBB dan PKB.

Untuk diketahui Longki Djanggola dan Sudarto adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011-2016, namun lantaran kebijakan Pemerintah untuk menggelar pemilukada serentak diberlakukan mereka tidak sampai memimpin provinsi ini hingga 2016.

Advertisements

Longki yang juga mantan Bupati Parigi Moutong berlatarbelakang birokrat dari Dinas Kesehatan hingga Biro Infokom Provinsi, dan Sudarto adalah seorang militer dan pernah menjadi Bupati Banggai.

Advertisements

Inilah sekelumit riwayat mereka; Longki Djanggola dari ayah H. Daeng Lando Yoto Djanggola dari Kota Palu, Sulawesi Tengah dan Ibu Hj. Aminah Sasung Manopo yang asli Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongodow, Sulawesi Utara. Ia adalah anak ke enam dari delapan bersaudara yang terlahir pada 11 November tahun 1952. Ia memulai karir sebagai PNS Golongan II di Dinas Kesehatan. Lalu kuliah di Jurusan Farmasi dan Apoteker, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jakarta. Kemudian menjadi Magister ( S2) Jurusan Administrasi Publik, Fisip, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sementara Sudarto, yang lahir di Nganjuk pada 24 April 1948, setamat SMA pada 1967 langsung mengikuti ujian masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bagian Darat di Magelang.

Menjadi seorang tentara yang gagah sudah menjadi cita-cita saya sejak kecil. Cita-cita itulah yang membawanya menjadi warga Sulawesi Tengah. Ia memulai kariri dari Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 711 Raksatama di Luwuk pada 1972 – 1976, lalu di Tolitoli pada 1976–1978, lalu sebagai Komandan Kompi di Poso 1978–1980, lalu ke Palu sebagai Staf Yonif pada 1980 – 1982. Sampai kemudian menjadi Bupati Banggai.[TIM]

Advertisements

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News