Longki: Saya Memilih Mengabdi untuk Rakyat

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Longki Djanggola

Jurnalsulteng.com- Ini adalah catatan sederhana saya sebagai seorang kepala daerah. Bagaimana saya melihat langsung dan bekerja membangun daerah selama kurun waktu kepemimpinannya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Saat saya memulai memimpin daerah itu sebagai penjabat Bupati pada 2002, menjadi Bupati defenitif hingga Gubernur Sulawesi Tengah yang sebentar lagi akan berakhir. Ini hanya catatan kecil belaka. Tidak dimaksudkan membanggakan diri, tapi untuk menjadi bahan evaluasi.

Baca Juga:

Apa yang saya ceritakan ini adalah soal tekad, cita-cita, kemauan untuk membangun diri. Namun masalahnya adalah kemiskinan belum semuanya kita bisa entaskan. Banyak anak-anak tidak dapat merasakan bangku perguruan tinggi, karena keluarga mereka miskin.

Padahal, seperti yang sama-sama kita ketahui adalah pendidikan itu sangat penting. Orang yang berpendidikan dapat menggerakan orang-orang di sekitarnya untuk berupaya meningkatkan taraf hidup. Saya juga menggarisbawahi bagaimana pentingnya istri, keluarga besar dalam mendukung karir kita, cita-cita kita.

Advertisements

Saya juga ingin bercerita, bersama rakyat Parigi Moutong, di mana kali pertama saya menjadi kepala daerah, kami bekerja keras. Kita membuka jalan ke kantong-kantong produksi hingga di daerah terpencil, kita perbaiki irigasi pertanian, kita bangun gedung-gedung sekolah, pasar dan berbagai fasilitas umum lainnya. Kita beri bantuan modal bagi petani. Kita bangun perumahan bagi nelayan miskin lengkap dengan fasilitasnya. Kita berikan pula mereka alat tangkap. Kita bangun perumahan bagi masyarakat adat terpencil serta berbagai bantuan lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat agar terlepas dari belenggu kemiskinan.

Selepas itu, saat saya diberi amanah menjadi Gubernur Sulteng pada 2011, kita sudah pula melakukan banyak hal. Kita memang sudah bekerja keras, tapi belum semua cita-cita kita tercapai. Apakah kita akan putus asa? Jawabannya: Tidak. Kita akan terus bekerja keras.

Advertisements

Memang sudah berderet penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Provinsi Sulawesi Tengah dari Pemerintah Republik Indonesia, tapi itu bukan  akhir kerja keras kita. Itu menjadi cambuk untuk bekerja lebih giat lagi.

Karena pengalaman masa kecil, hingga saya menjadi pengabdi dan pelayan masyarakat di daerah ini, mengajarkan saya banyak hal, saya memilih jalan ini: Mengabdi untuk rakyat. Dan saya yakin, jika kita tulus hati, rakyat akan maju bersama-sama kita.

Saya lahir dari ayah H. Daeng Lando Yoto Djanggola dari Kota Palu, Sulawesi Tengah dan Ibu Hj. Aminah Sasung Manopo yang asli Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongodow, Sulawesi Utara, Saya anak ke enam dari delapan bersaudara. Saya lahir 11 November tahun 1952 dengan banyak pembelajaran budaya dari orang tua, lingkungan sekolah dan lingkungan kerja saya.

Saya sekolah di SDN III Palu, lalu ke SMP II Palu. Lalu saya melanjutkan pendidikan di Sekolah Asisten Apoteker (SAA) Negeri Ujung Pandang. Pada 1971 setelah lulus, saya kembali ke daerah ini. Saya memilih mengabdi menjadi Pegawai Negeri Sipil. Saya memulai pengabdian saya kepada daerah ini dari PNS Golongan II. Sampai kemudian saya bisa sekolah lagi di Jurusan Farmasi dan Apoteker, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jakarta. Kemudian mengikuti lagi pendidikannya Magister (S2) Jurusan Administrasi Publik, Fisip, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Advertisements

Saya menikah dengan putrid Padang, Zalzulmida Aladin pada 1982 dan dikaruniai dua puta Richard Arnaldo  Djanggola dan Rico Andi Tjatjo Djanggola. [Adv]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News