LS-ADI Desak Penutupan Tambang Emas PT KNK di Parigi Moutong

  • Whatsapp
LS-ADI Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengelar aksi Puasa Korupsi dan Berbagi Takjil di depan kantor DPRD Parimo, Rabu (20/05/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 224
    Shares

Parimo, JurnalNews.id – Pengurus Daerah (PD) Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengelar aksi Puasa Korupsi dan Berbagi Takjil di depan kantor DPRD Parimo, Rabu (20/05/2020).

Dalam aksinya kali ini LS-ADI mendesak penutupan tambang emas di wilayah tersebut, salah satunya tambang emas yang dikelola PT Kemilau Nusantara Khatulistiwa (KNK) di Desa Lobu, Kecamatan Moutong.

Baca Juga:

“Pemerintah jangan menutup mata, kalau tidak ada tindakan dan langkah dari pemerintah berarti pemerintah sudah bermain mata dengan para pegusaha tambang sehingga mereka tidak tegas dalam menyikapi hal ini,” kata Ketua PD LS-ADI Kabupaten Parimo, Idrus, saat berorasi.

Sejumlah massa aksi secara bergantian menyampaikan orasinya sambil membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan gedung DPRD Parimo. Dalam aksi ini, massa LS-ADI tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Advertisements

“Apalagi tambang yang ada di Moutong Lobu ini belum memiliki izin operasional, tapi mereka terus melakukan aktivitas diam-diam dengan memanfaatkan situasi di tengah pandemi Corona. Hal ini sangat merugikan daerah. Selain merusak alam juga tidak memberikan kontribusi apapun kepada daerah karena beroprasi tanpa izin,” tegas Idrus.

Advertisements

Sebelumnya, di tengah pandemi Corona PT Kemilau Nusantara Khatulistiwa (KNK) mendatangkan 8 unit alat berat exavator yang diangkut dengan Kapal I.C.T Sumber Sejahtera Abadi 77 yang berlabuh di Desa Moutong Barat, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, pada Rabu (13/5/2020) sekira Pukul 08.40 Wita.

Kapal pengangkut milik PT Pelayaran Lestari Abadi Sakti yang berlayar dari Nabire, Papua itu dinahkodai Suryadi dengan membawa Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 12 orang.

Selain membawa 8 unit alat berat jenis exavator, kapal cargo itu juga menurunkan sejumlah perlengkapan untuk produksi tambang emas diantaranya 2 unit meja produksi emas, kotak besar Spare Part, Mesin Dompeng, peti alat Las, Spare Part, 1 unit mobil Triton Double Cabin, 1 unit mobil Honda CRV, 1 unit motor Honda Vario dan barang campuran sebanyak 1 unit yang semuanya milik PT KNK. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News