LS-ADI: Kejati Ompong Tangani Kasus di Sulteng

  • Whatsapp
LS-ADI menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejati Sulteng, Jum'at (17/7/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 1
    Share

 

Palu, JurnalNews.id – Untuk memperingati hari keadilan internasional, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (17/7/2020).

Baca Juga

Kordinator Lapangan (Korlap) Arfan Nursyamsi mengatakan, Kejati Sulteng ompong dalam penanganan kasus di daerah ini.

Pasalnya, begitu banyak kasus-kasus yang belum terselesaikan, baik di tingkat nasional maupun lokal, tak terkecuali di Sulawesi Tengah.

“Pada saat ini saya menganggap Kejati Sulteng ompong dalam menangani kasus, karena Ada beberapa kasus yang sampai dengan saat ini tidak terselesaikan. Khususnya yang di tangani oleh Kejati Sulteng. Seperti kasus pembangunan asrama haji yang sampai saat ini belum tuntas. Dimana pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp43,6 miliar dari APBN sampai dengan habis masa kontrak belum juga selesai, Parahnya sampai dengan saat ini, sudah 3 tahun lamanya, tidak ada kejelasan terkait penyelesaian kasus tersebut,” ujarnya

Advertisements

Kemudian, lanjut korlap, Begitupun dengan kasus hoax yang menimpa Gubernur Sulawesi Tengah tahun lalu yang sampai hari ini tak kunjung usai. Ditambah lagi dengan persoalan Jembatan Palu IV.

Advertisements

“Diketahui ada dugaan gratifikasi pada pembayaran hutang Jembatan IV Palu ini. Pasalnya, pembayaran hutang kepada PT Global Daya Manunggal (GDM) ini dengan alasan adanya kenaikan harga baja,” kata korlap.

“Parahnya dalam pembahasan hutang ini tidak melibatkan semua anggota Banggar DPRD Palu dan disahkan 3 minggu pasca bencana 28 September 2018 yang mana masyarakat kota palu saat itu masih dalam posisi darurat bencana,” jelasnya.

Ironisnya, lanjut ujang, menjelang 2 tahun lamanya kasus inipun tak kunjung selesai, lambannya penyelesaian beberapa kasus di atas tentunya menciderai citra Kejati Sulteng di mata masyarakat.

“Kami menyatakan sikap akan selalu mengawal kasus-kasus yang belum terselesaikan di Sulawesi Tengah dan akan terus mendorong Kejati Sulteng dalam menangani kasus tetsebut,” tutupnya. [***]

Advertisements

 

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News