LS-ADI Semangati Kejati Sulteng Ungkap Dugaan Fee Pembayaran Hutang Jembatan Palu IV

  • Whatsapp
LS-ADI Kota Palu, melakukan audiance dengan Kejati Sulteng, guna mengawal proses hukum kasus dugaan fee pembayaran hutang pembangunan jembatan Palu IV kepada PT GDM, di ruang Press Room Kejati Sulteng, Selasa (7/7/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 39
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kota Palu, melakukan audiance dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (7/7/2020). Audiance tersebut dilakukan guna mengawal proses hukum kasus dugaan fee pembayaran hutang pembangunan jembatan Palu IV kepada PT. Global Daya Manunggal (GDM).

Ketua LS-ADI Kota Palu, Asriadi, tiba di Kantor Kejati Sulteng ditemui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng, Edward Malau, SH didampingi Kasi Penkum Inti Astutik dan Sekertaris Tim Penyidik, Rahma di ruang Press Room Kejati Sulteng, sekira Pukul 10.00 Wita.

Baca Juga

Kepada Aspidsus Asriadi mengatakan, kedatangan LS-ADI Kota Palu tersebut untuk menanyakan kejelasan dari kasus dugaan gratifikasi dalam proses pembayaran hutang jembatan Palu IV, yang saat ini bergulir di Kejati Sulteng.

“Kedatangan kami untuk mendukung langkah Kejati Sulteng dalam upaya mengungkap kasus dugaan gratifikasi pembayaraj hutang jembatan Palu IV. Kami juga sudah tiga kali melakukan aksi untuk mengungkap kasus ini,” kata Asriadi yang didampingi Pengurus LS-ADI Kota Palu.

Advertisements

Menurut Asriadi, sudah hampir dua tahun kasus ini sudah berjalan, tapi belum mempunyai kejelasan.

“Hampir dua tahun kasus ini sudah bergulir mulai mencuatnya, tapi sanpai hari ini belum jelas,” ungkapnya.

Ia berharap, pihak kejaksaan tetap fokus tentang kasus ini agar cepat terselesaikan.

“Kami berharap pihak kejaksaan harus fokus dalam menangani kasus ini, agar kasus ini bisa cepat terselesaikan,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Aspidsus Edward Malau mengapresiasi kedatangan LS-ADI dan menjadi penyemangat para penyidik dalam menuntaskan kasus ini.

Advertisements

“Kedatangan adik-adik dari LS-ADI hari ini akan menjadi penyemangat bagi kami, terutapa para penyidik untuk bisa menuntaskan kasus ini,” ucapnya.

Edward menyampaikan, saat ini kasus dugaan fee pembayaran hutang jembatan Palu IV masih dalam proses penyidikan.

“Kasus ini masih sementara kita proses. Sekarang sudah masuk tahap penyidikan dan suddah 26 orang yang kami periksa sebagai saksi, termasuk Wali Kota Palu,” jelas Edward.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejati Sulteng kembali memanggil empat orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi, terkait kasus dugaan fee sebesar Rp2 miliar yang mengalir ke sejumlah oknum anggota dan mantan anggota DPRD Kota Palu, pada Senin (6/7/2020).

Mereka yang dipanggil yakni Wali Kota Palu, Drs Hidayat, anggota DPRD Kota Palu Thompa Yotokodi dan dua mantan anggota DPRD yakni Hamsir dan Yos Soedarso Mardjuni.

Namun dari empat orang yang dipanggil, hanya Wali Kota Palu dan Hamsir yang bisa hadir. Sedangkan Yos Soesarso dan Thompa Yotokodi tidak hadir.

Diduga, fee tersebut diberikan atas disetujuinya sisa pembayaran utang pembangunan Jembatan Palu IV senilai Rp14,9 miliar oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu kepada PT. Global Daya Manunggal (GDM). [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News