LS-ADI: Stop Penyalahgunaan Dana CSR

  • Whatsapp
LS-ADI Kota Palu menggelar aksi menolak pembanguan Patung Soekarno, di depan Kantor DPRD Kota Palu dan di depan Kantor Wali Kota Palu, Jumat (12/6/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 243
    Shares

 

Palu, JurnalNews.id – Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kota Palu menggelar aksi demonstrasi menolak pembanguan Patung Proklamator RI yang tengah dirakit di Taman Gor Kota Palu. Aksi dilakukan di depan Kantor DPRD Kota Palu dan di depan Kantor Wali Kota Palu, Jumat (12/6/2020).

Baca Juga

Koordinator aksi Reinaldi dalam orasinya mengatakan, sejak awal pembangunan patung senilai Rp3 miliar yang dibiayai menggunakan  dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulteng itu sudah banyak menuai kontra dari berbagai kalangan.

Pasalnya pembangunan patung dengan anggaran fantastis ini dibangun di tengah situasi Kota Palu yang masih dalam keadaan terpuruk, akibat bencana 28 September 2018, ditambah lagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Sampai saat ini masih banyak korban bencana 28 September 2018 yang belum tercover bantuan pemerintah. Masih banyak yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dan ditambah lagi situasi pandemi saat ini membuat kehidupan rakyat semakin terpuruk. Belum lagi anggaran Pemkot Palu dialihkan untuk penanganan Covid-19, juga tidak begitu dirasakan oleh keseluruhan masyarakat Palu, sehingga pembuatan patung ini sangat tidak tepat,” katanya.

Menurut Reinaldi, dana CSR sejatinya untuk mendukung program dari pemerintah jadi kurang tepat jika menggantungkan harapan yang besar terhadap program CSR pada perusahaan dengan dana CSR-nya.

Advertisements

Sebab untuk menyiapkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat bukan tugas utama perusahaan tetapi adalah tugas pemerintah sebagaimana di amanatkan undang-undang.

“Jadi, posisi Pemerintah adalah melakukan pengarahan CSR agar tidak salah arah. Pemkot Palu seharusnya mengarahkan anggaran CSR bank Suteng tersebut kepada hal-hal yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat Palu di situasi sulit seperti saat ini,” ujarnya.

Reinaldi menyebutkan, dalam UU No.40 tahun 2007 Pasal 1 ayat 3 dengan tegas menyatakan bahwa Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah Komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.

“Jelas bahwa pengunaan CSR untuk pembangunan patung ini tidak tepat. Kenapa tidak CSR sebesar itu digunakan untuk sembako masyarakat, pembentukan dan pemberdayaan usaha mikro atau bahkan tempat tinggal untuk masyarakat yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Ini lebih tepat sasaran dan ini jauh lebih dibutuhkan dibanding membangun patung,” jelasnya.

“Sangat disayangkan, Pemkot Palu seperti buta, tidak melihat kondisi masyarakatnya. Olehnya kami dari LS-ADI Kota Palu menuntut Stop Penyalahgunaan Dana CSR dan Sehjahterakan Warga Kota Palu,” tegasnya.

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News