Luncurkan Biografi, Hidayat Lamakarate Birokrat Intrepreneur yang Inspiratif

Penulis Dr. Rahmad M Arsyad (kiri) dan Hidayat Lamakarate (tengah) dalam launching Buku 'Matahari Khatulistiwa' di Palu Grand Mall (PGM), Senin (30/7/2018) malam. [Ist]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Menjalani karier di dunia pemerintahan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Drs. Hidayat Lamakarate memiliki segudang pengalaman. Dari sebagai pegawai Golongan IIA, hingga saat ini mencapai puncak karier PNS di pemerintahan daerah sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hidayat ingin berbagi kisah perjalanan hidupnya, ia kemudian menggaet Dr. Rahmad M. Arsyad untuk membuat buku berisi biografi tentang dirinya. Buku berjudul ‘Matahari Khatulistiwa’ yang berisi tentang kehidupan, karir dan gagasannya ini sebagai sarana untuk berbagi dari kehidupan seorang tokoh publik.
BACA JUGA: Biografi, Gagasan dan Keabadian

Baca Juga

“Saya ingin berbagi pengalaman perjalanan karier saya, sayang kalau pengalaman saya selama berkarier dan menjalankan amanah sebagai birokrat tidak dibagikan. Harapannya biografi ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi, bagi kaum muda. Karena banyak teman-teman yang berkarier dan mengabdi kepada pemerintah,” ujar Hidayat, usai launching Buku ‘Matahari Khatulistiwa’ di Palu Grand Mall (PGM), Senin (30/7/2018) malam.

Pria kelahiran Palu 8 Oktober 1970 itu menuturkan, buku biografi ini mengisahkan perjalanan hidup dan berkarir sebagai PNS mulai dari paling bawah, kemudian sebagai Camat, Sekwan, Kepala Dinas Kebersihan Kota Palu, Bupati Banggai Laut, sampai penjabat Wali Kota dan saat ini sebagai Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng.

“Di dalam buku tersebut, sebagian ceritanya juga mengisahkan bagaimana orang tua mendidik saya dengan keras dan tegas, tapi demokratis. Orang-orang yang selalu mengispirasi saya, hingga membuat membuat saya bisa seperti sekarang ini,” jelas pria yang sempat diamanatkan menjadi penjabat Bupati Banggai Laut dan Wali Kota Palu ini.

Dikisahkan pula, bagaimana sosok ayahnya Almarhum Baso Lamakarate yang menjabat Wali Kota Palu, tidak lantas membuatnya terlena. Bahkan, demi meringankan beban orang tuanya, Hidayat harus mengubur cita-citanya sebagai seorang Pengacara.

Dalam bukunya ini disebutkan, saat tamat SMA ia mendaftar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). Sebagai cadangan, ia juga mendaftar di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Namun karena tak ingin membebani orang tua selama pendidikan, ia membulatkan tekad masuk APDN, meskipun ia juga diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unhas.

Sosok Hidayat Lamakarate mengibaratkan birokrasi adalah sebuah mesin, maka penting baginya melakukan pendekatan manajemen organisasi untuk menatanya. Hal itulah yang selalu dipraktikkannya dalam menjalani dan melaksankan tugas yang diembannya.

Sementara itu, penulis buku ‘Matahari Katulistiwa’ Dr. Rahmad M Arsyad mengatakan, ia menemukan sosok berbeda dari seorang Hidayat Lamakarate yang berkarier sebagai birokrat.

“Satu topik besarnya, yakni kepemimpinan birokrasi. Karena mayoritas frame tentang birokrasi itu buruk. Hadirnya sosok Hidayat Lamakarate bisa menjadi inspirasi dari sosok birokrasi. Bahwa ada sosok birokrasi seperti Hidayat Lamakarate yang bekerja dan berbuat untuk kebesaran daerah,” katanya.

Hadirnya buku ini kata Rahmad, untuk membangun budaya literasi dan gagasan, sehingga gagasan akan bertemu gagasan. Di ruang apapun, sampai ruang politik pun katanya, harusnya yang beradu adalah gagasan dan konsep apa yang ditawarkan ke depan.

Karena itu Rahmad berharap, agar da sosok-sosok lain yang juga membuat buku untuk menjadi inspirasi bagi generasi ke depan.

Buku ‘Matahari Khatulistiwa’ ini dicetak sebanyak 1000 eksemplar, namun dalam waktu dekat akan kembali naik cetak, karena dalam launching yang dihadiri 300an orang ini sudah lebih dari 30 persen yang terbagi.

Turut hadir dalam launching ini diantaranya, Gubernur Longki Djanggola, mantan Walikota Palu Rusdi Mastura, mantan Bupati Morowali Anwar Hafid, ketua-ketua partai politik di Sulawesi Tengah, ratusan undangan dan sejumlah akademisi yang melakukan bedah buku biografi Hidayat Lamakarate. [***]

 

Penulis; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News