Luncurkan Warung Gakkum, Kejati Sulteng Gandeng Media 

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggagas warung penegakan hukum (Gakkum), sebagai pola komunikasi kepada masyarakat dan pemangku kebijakan.

Gagasan tersebut langsung diluncurkan dan dihadiri pimpinan redaksi dari sejumlah media massa di Sulteng, baik cetak, elekronik dan media siber (online) serta perwakilan warung kopi di Kota Palu, Senin (22/5/2017) di aula Baharuddin Lopa, Kejati Sulteng.

Baca Juga

Kepala Kejati (Kajati) Sulteng Sampe Tuah mengatakan, pembentukan warung Gakkum ini upaya mendekatkan kejaksaan sebagai salah satu aparatur penegakan hukum dengan seluruh elemen masyarakat.

“Saya baru sekitar 83 hari menjabat sebagai Kajati. Jadi perlu pendekatan Kejaksaan kepada masyarakat untuk mewujudkan penegakkan hukum di daerah ini,” kata Kepala Kejati (Kajati) Sulteng Sampe Tuah.

Menurut Sampe Tuah, bukan sesuatu yang mudah untuk mengumpulkan pengambil kebijakan dan seluruh pimpinan redaksi, tetapi karena niatan ingin membangun daerah ini lebih baik ke depan, sehingga terasa mudah untuk dilaksanakan.

Selain dihadiri para pimpinan media, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Devisi Regional Bulog Sulteng Suprianto, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Sulteng Syaifullah Djafar, Wakajati Sulteng Wisnaldi, dan seluruh kepala kejaksaan negeri se-Sulteng.

Sebelumnya, Kajati Sulteng juga menggelar Media Gathering dengan tema Ngopi Bareng Bang Sampe.

“Kita semua ini bersaudara. Artinya kami adalah anda, anda adalah kami dan kita semua bersaudara. Karena bagi saya hubungan seperti ini merupakan hubungan antarsesama manusia. Sekarang bagaimana kita sungguh-sungguh bekerja untuk kebaikan daerah ini,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak dipercayakan sebagai pimpinan kejaksaan setempat, aksi unjuk rasa yang dilakukan sedikit berkurang.

Pihaknya tidak melarang atau tidak mengimbau untuk melakukan unjuk rasa, tetapi berharap aksi yang dilakukan itu dibarengi dengan niatan untuk kebaikan.

“Jadi niat itu kita harus luruskan, karena banyak cara yang dapat kita lakukan selain melakukan unjuk rasa,” katanya pula.

Dalam kegiatan itu, Kajati Sulteng Sampe Tuah juga memasangkan baju kemeja Gakkum kepada salah seorang perwakilan pimpinan redaksi media massa di Sulteng.

Menurut Kajati, ada tiga warna yang disematkan pada baju tesebut, yakni putih, merah, dan hitam. Putih artinya suci, sekaligus membersihkan hatu dalam menyongsong bulan suci Ramadan bagi yang beragama Islam.

Kemudian ada warna merah yang artinya berani dalam hal penegakan hukum, semua pihak harus berani mengambil sikap yang jelas, tetapi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya ingin kita bisa selalu bisa bersama-sama dan bergandengan tangan untuk mewujudkan penegakkan hukum di daerah ini,” harap Sampe Tuah kepada sejumlah pimpinan media. [***]

 

Rep; Sutrisno
Red; Agus M.

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News