Mantan Kurir Kelompok DPO Kini Jadi Buruh Bangunan

Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Salah satu mantan narapidana tindak terorisme (Napiter) berinisial AH, kini juga telah kembali ke jalan yang benar.

Bahkan, AH berjanji tidak akan lagi terlibat lagi, baik sebagai kurir, maupun sebagai simpatisan kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, yang saat ini masih menjadi buruan aparat keamanan.

Baca Juga

Ia menuturkan, selama bergabung dengan kelompok Santoso Cs, AH merupakan kurir, serta menjadi penunjuk jalan bagi teroris asal Turki, untuk bergabung dengan kelompok Santoso.

Karena itu, AH yang sekarang tinggal di Desa Masamba, Kecamatan Poso Pesisir Induk, Kabupaten Poso, saat ini bekerja sebagai buruh bangunan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.

Ini menjadi titik balik yang mengubah hidupnya sekarang. Sikap terbuka dan berkomunikasi dengan banyak orang ternyata membuat dirinya bahagia. Terlebih jika hasil pekerjaan AH disukai orang-orang. Ia menemukan lembaran hidupnya yang baru, meski hanya bekerja sebagai kuli bangunan.

AH berharap, bisa mendapat perhatian dari Pemerintah daerah, baik dari segi ekonomi maupun untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih layak.

“Saya menyesal pernah menjadi simpatisan teroris pimpinan pak Santoso. Saya juga minta maaf kepada semua pihak, karena selain merugikan umat muslim, keluarga saya juga sangat menderita selama saya menjalani massa hukuman di lapas,” tutur AH kepada Kasubdit IV Intelkam Polda Sulteng, Kompol Safruddin.

AH juga mengatakan, terorisme adalah ancaman yang nyata dan berpotensi menimbulkan banyak korban tak berdosa.

Karena itu, ia menghimbau kepada mantan rekan-rekannya yang masih terlibat dengan kelompok radikal untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.

“Jihad tidak harus dengan jalan kekerasan dan mengorbankan orang lain. Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mendapat ridho Allah SWT,” tutup AH. [***]

 

Penulis; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News